Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Pandemi Turut Mempengaruhi Psikologi Masyarakat

Mediaindonesia.com
20/10/2020 12:15
Pandemi Turut Mempengaruhi Psikologi Masyarakat
Konferensi pers peluncuran program Share The Love secara virtual.(Dok.AIA)

PANDEMI covid-19 sudah berlangsung selama kurang lebih delapan bulan di Indonesia dengan tren kasus positif yang masih terus meningkat setiap hari. Berbagai upaya pun telah dilakukan pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran virus korona.

Namun belum adanya kesadaran dari semua orang akan dampaknya virus tersebut membuat penyebaran covid-19 masih tetap tinggi. Alhasil tidak sedikit  dari  masyarakat yang  mengalami takut  atau  cemas berlebih dengan  banyaknya  perubahan pola kehidupan dan risiko kesehatan yang tinggi.

Menurut Ketua   Ikatan Psikolog Klinis Indonesia, Dr Indria   Laksmi   Gamayanti,   M.Si, Psikolog, tren  kasus  positif  covid-19  di  Indonesia  saat  ini lingkup  penyebarannya semakin  mengecil,  terutama  di  lingkungan  terdekat  seperti  keluarga. Sehingga  bermunculan  kluster keluarga.

“Masyarakat  saat  ini  dihadapkan  dengan  tekanan  kehidupan  yang  beragam akibat pandemi covid-19.  Ketakutan  akan tertular  virus,  terkena  dampak  ekonomi, kesulitan  beradaptasi dengan pola kehidupan yang baru, hingga merasa kesepian. Laporan  sementara  ada sebanyak 14.619  individu yang dilaporkan  telah  mengakses  layanan  yang diberikan  psikolog  klinis baik  dewasa  dan  anak-anak yang mengaku terdampal," ujar Indria.

"Sebanyak 57,6%  masyarakat  Indonesia  yang  melakukan swaperiksa yang dilakukan  oleh Perhimpunan Dokter  Spesialis  Kedokteran  Jiwa  Indonesia  (PDSKJI), teridentifikasi memiliki  gejala  depresi  akibat kondisi  pandemi covid-19. Ada  empat  masalah  yang  paling  banyak ditemui  saat  pandemi  yakni  kesulitan  belajar,  kecemasan,  stress,  dan  gangguan  mood  antara  lain depresi karena takut tertular. Solusi  sederhana  dalam  menanggulangi  permasalahan  mental  adalah  dengan berinteraksi dengan orang terdekat yang bisa dipercaya, untuk mengutarakan perasaan, sehingga beban yang ada dalam diri kita bisa terasa lebih ringan.”

Sementara itu, penulis sekaligus aktor Raditya Dika mengatakan pandemi membuat semua lapisan masyarakat sulit.  "Banyak pekerjaan yang terhambat  atau  berganti  format.  Kini  dengan  segala  sesuatu  yang  mayoritas  dikerjakan di rumah, saya harus cermat berbagi waktu dan energi antara pekerjaan dan keluarga. Untuk itu kita harus berusaha berpikiran positif, menjaga kesehatan mental dan fisik salah satunya dengan terus berkomunikasi dengan orang–orang terdekat untuksaling memberi dukungan dan menguatkan," ujarnya.

Berangkat dari situlah PT  AIA  Financial (AIA) meluncurkan program Share The Love yakni perlindungan jiwa berkonsep buy one get one free. Dalam program itu nasabah dapat  memberikan  satu  perlindungan untuk  orang  tercinta secara  gratis. Produk ini memberikan jaminan perlindungan  terhadap  risiko finansial akibat meninggal dunia dengan  uang  pertanggungan hingga Rp50 juta.

“Sejalan  dengan  komitmen  kami dalam  membantu keluarga  di  Indonesia,  program ini sebagai wujud  kepedulian  kami  untuk  tetap  terhubung  dengan  nasabah.  Program  ini  juga  menjadi  gerakan  regional  karena  turut  dijalankan  di  berbagai kawasan Asia Pasifik," ujar Sainthan  Satyamoorthy,  Presiden  Direktur  AIA.

"Produk ini juga diharapkan dapat mendorong peningkatan inklusi serta literasi keuangan di Indonesia. Di tengah  pandemi  ini kesadaran  masyarakat  terhadap  pentingnya  asuransi  mulai  meningkat  untuk  itu dibutuhkan  inovasi  yang  optimal  agar asuransi  dapat  menjangkau masyarakat Indonesia serta memberikan pemahaman yang baik terhadap pentingnya manfaat proteksi," imbuhnya.

Senada, Head  of Customer  Office AIA, Kathryn Monika  Parapak  mengatakan selain memberikan jaminan perlindungan  jiwa, produk itu dapat  menjadi gerakan  berbagi  cinta sehingga diharapkan dapat memberikan kontribusi sosial. "Seperti kita tahu saat  ini  masyarakat  harus beradaptasi  dengan  pandemi yang mengubah pola hidup." (RO/A-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Maulana
Berita Lainnya