Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KEHADIRAN kapal Logistik Nusantara (KM Lognus) 3 yang dioperasikan oleh PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) dapat menekan harga sembako di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara.
Dengan kehadiran kapal tol laut tersebut harga bahan pokok yang biasa dikonsumsi sehari-hari oleh masyarakat sekitar turun. Terlebih kapal motor tol laut ditambah 1 kapal yakni Lognus 6 sejak September 2020.
Staf Teknis Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Pulau Morotai, La Ode Muslih, mengatakan masyarakat Pulau Morotai merasa bersyukur atas beroperasinya kapal tol laut milik PT Pelni, kapal motor yang beroperasi sejak tiga tahun lalu (Lognus 3) dan kapal yang baru September lalu (Lognus) 6.
"Sejak ada KM Lognus 3, ditambah Lognus 6, harga-harga sembako, seperti beras, tepung terigu, gula pasir, telur ayam turun 10% hingga 20%, daging ayam dan kacang kedelai harganya turun sampai 20%. Kami tentu terbantu," kata Muslih di Morotai, Maluku Utara, (19/10).
Perlu diketahui, bahwa program tol laut sendiri merupakan rencana Presiden Joko Widodo enam tahun lalu untuk mengatasi disparitas harga sembako di berbagai daerah. Selain itu, tol laut juga bisa membantu perekonomian masyarakat daerah untuk menjual hasil bumi dan kerajinan untuk dipasarkan di Pulau Jawa maupun di kota-kota besar.
Muslih mengatakan selain sembako harga material bangunan juga ikut turun 16% produknya mulai dari semen, pasir, besi, papan, dan lainnya.
"Harga semen dari Rp90 ribu per sak menjadi Rp75 ribu. Untuk sembako, harga daging ayam dari Rp50 ribu per kilo, sekarang Rp38 ribu per kilo, beras Rp320ribu per karung ukuran 25 kilogram turun menjadi Rp290 ribu, kacang kedelai dari harga Rp10 ribu per kilo sekarang Rp8 ribu per kilo," ujar Muslih.
Baca juga: Kemenhub Luncurkan Buku Tol Laut, Sebuah Karya Akademis
Sebelum ada KM Lognus, pengiriman barang sembako maupun material bangunan dikirim dari Surabaya menggunakan kapal laut dan melewati rute yang panjang sehingga memakan waktu yang lama dan biaya yang besar. Rute pengantar sembako dari Surabaya harus melewati Makassar, Manado, Ternate, Tobelo, hingga sampai ke Pulau Morotai.
"Tapi sejak ada kapal tol laut Pelni ini, semua barang kebutuhan warga di pulau ini, langsung dikirim dari Surabaya ke sini (Morotai). Kami benar-benar bersyukur sekali dengan program tol laut ini," ungkapnya.
Dampak positif juga dirasakan pelaku usaha di Pukau Morotai. Hasil bumi dan hasil ikan tangkap penduduk juga bisa dikirim langsung ke Surabaya seperti ikan tuna, ikan cakalang, kopra, pala, dan lainnya. Termasuk pengiriman kayu gelondongan dan olahan pohon kelapa yang dipesan dari Surabaya.
"Sebelumnya hasil bumi dari Morotai yang dipesan dari Surabaya, diangkut kapal dulu ke Pelabuhan Tobelo, baru diangkut ke Surabaya. Tapi sejak ada kapal tol laut ini, langsung bisa dikirim ke Surabaya. Para produsen di Morotai ini bisa hemat ongkos angkut hingga 30%," pungkasnya. (A-2)
Selain digitalisasi, IPC TPK mulai merancang konsep Hub & Spoke pada terminal-terminal yang dikelola.
Peningkatan volume ini didorong oleh pembukaan layanan baru, baik reguler maupun adhoc, yang memperkuat konektivitas perdagangan.
Klaim sejumlah pejabat tinggi negara bahwa kondisi pascabanjir di Sumatra, tampaknya belum sepenuhnya sejalan dengan realitas di lapangan.
Langkah ekspansi ini dilakukan untuk merespons peran strategis Jawa Timur yang kian melesat sebagai salah satu pusat perdagangan internasional di Indonesia.
Direktur Utama SPJM, Tubagus Patrick, menegaskan bahwa seluruh lini layanan perusahaan telah disiagakan untuk memastikan kelancaran operasional pelabuhan.
IPC Terminal Peti Kemas (IPC TPK) terus mencatatkan tren positif kinerja operasional menjelang akhir tahun 2025.
Kepala Staf Kogabwilhan III, Marsekal Muda TNI Joko Sugeng Sriyanto mengatakan, bantuan ini sebagai bentuk wujud nyata hadirnya negara di tengah masyarakat.
Guna mengantisipasi kenaikan harga yang ekstrem, Pemko Pekanbaru telah menyiapkan langkah darurat berupa Operasi Pasar.
Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah tidak akan mentolerir pelaku usaha pangan yang menjual komoditas di atas HET jelang Nataru
Kenaikan tidak hanya terjadi pada cabai. Komoditas bumbu dapur lainnya seperti bawang merah
Diskumindag Kota Sukabumi terus memantau pergerakan harga dan berkoordinasi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).
Kenaikan harga ini sudah berlangsung hampir dua minggu
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved