Senin 21 September 2020, 16:36 WIB

Kemenhub Luncurkan Buku Tol Laut, Sebuah Karya Akademis

Despian Nurhidayat | Ekonomi
Kemenhub Luncurkan Buku Tol Laut, Sebuah Karya Akademis

ILustrasi
Tol laut

 

MASIH dalam rangkaian peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2020, Kementerian Perhubungan baru saja meluncurkan penerbitan dan bedah buku “Tol Laut Konektivitas Visi Poros Maritim Indonesia” secara virtual di Jakarta, Senin (21/9).

Buku ini merupakan karya akademis Kementerian Perhubungan (Direktorat Jenderal Perhubungan Laut) bersama para peneliti dan akademisi Perguruan Tinggi di Indonesia.

Buku ini memuat secara terstruktur mengenai program Tol Laut, dimulai dari filosofi program Tol Laut yang mengulas dari sisi sejarah, kapal dan jaringan trayek, pelabuhan dan fasilitasnya, sistem manajemen logistik dan digitalisasi Tol Laut, serta kisah sukses program tol laut.

“Kami membutuhkan kolaborasi dengan kalangan akademisi yang dapat memberikan masukan berkelanjutan yang bermanfaat untuk pengembangan program ke depan. Sebaliknya, kami juga memiliki misi untuk turut memberikan edukasi mengenai kekuatan laut Indonesia dan bagaimana distribusi logistik kepada  kalangan perguruan tinggi. Buku ini bukan hanya menjadi referensi para stakeholders Tol Laut, namun juga buku yang layak menjadi materi akademis bagi para siswa kelautan maupun disiplin ilmu lainnya,” ungkap Menteri Pehubungan Budi Karya Sumadi dalam keynote speech Bedah Buku Tol Laut yang dilaksanakan secara daring, Senin (21/9).

Lebih lanjut, Budi mengatakan Indonesia memiliki sejarah panjang dengan kekuatan maritim yang berjaya pada zamannya.

“Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia dengan hamparan laut seluas 6,4 juta kilometer atau 77% dari total wilayahnya. Perairan nusantara ini bahkan lebih luas dari daratan Asia Barat, yang di atasnya ada 19 negara. Kekuatan maritim Indonesia ini sudah dikenal sejak dulu dan sudah seharusnya kita memaksimalkan potensi yang ada dengan terobosan baru untuk mewujudkan Indonesia menjadi negara maritim yang kuat, bermartabat dan berdaulat, sebagaimana konsep Archipelagic State (Negara Kepulauan),” sambungnya.

Program Tol Laut diluncurkan tahun 2015 sebagai salah satu program unggulan pemerintah berupa program pengangkutan logistik kelautan untuk menghubungkan pelabuhan-pelabuhan di nusantara untuk mengurangi disparitas harga antar wilayah, antar pulau, antar daerah serta memangkas biaya logistik yang mahal.

Baca juga : Pemerintah Ratifikasi Protokol Pertama Perdagangan Barang ASEAN

Untuk mewujudkan tujuan ini dibutuhkan  sinergi para stakeholders, khususnya antara kementerian dan lembaga, pemerintah pusat dan daerah, dan juga para pelaku usaha dan operator prasarana dan sarana transportasi laut.  Seiring dengan kebutuhan masyarakat, Program Tol Laut terus mengalami peningkatan dan pengembangan seperti trayek yang bertambah, jumlah muatan yang makin meningkat, maupun kapasitas kapal yang makin besar.

“Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perhubungan terus bersinergi dan bekerja sama dengan seluruh stakeholders perhubungan termasuk para operator pelabuhan untuk menetapkan langkah  agar implementasi program tersebut mencapai hasil dan manfaat yang sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat salah satunya diwujudkan dengan  mensinergikan tahapan pada Sistem Perencanaan Nasional (Sistranas) dan Sistem Logistik Nasional (Sislognas) dengan melakukan berbagai inovasi  agar tujuan utama Tol Laut dapat segera terwujud,” kata Budi.

Lebih lanjut, Budi mengatakan melalui program Tol Laut ini diharapkan dapat terjadi keseimbangan perdagangan antara wilayah barat dan timur sehingga diperlukan jaringan kapal, rute pelayaran, fasilitas pelabuhan yang memadai, konektivitas antar moda yang baik  dan transparansi biaya logistik di setiap lini kegiatan pergerakan barang. 

Pada akhir sambutannya, Budi menyampaikan apresiasi kepada para Tim Penyusun Buku Tol Laut yang telah menghadirkan sebuah karya akademis untuk dapat dipelajari dan diaplikasikan dalam mengembangkan dunia maritim Indonesia.

“Walaupun dalam suasana pandemi covid–19 yang melanda dunia dan Negara ini, kita dapat mampu mengembangkan komoditi daerahnya masing-masing, yang menjadi andalan sebagai muatan balik pada kapal-kapal Tol Laut yang beroperasi dari seluruh perairan Indonesia. Saya juga mengapresiasi semua komponen yang terlibat dalam penyelenggaraan Tol Laut, baik sebagai regulator, operator dan stakeholders, bahkan Pemerintah Daerah dan masyarakatnya,” pungkasnya. (OL-2)

 

Baca Juga

MI/Ramdani

AP II : Airport 4.0 Menjadi Basis Transformasi Kedepan

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 20:31 WIB
“Pada pekan lalu, kami mencanangkan Second Curve Transformation periode 2020 - 2024 untuk memasuki era Airport 4.0," ujar...
Ist/Kementan

Food Heroes Day: Perkuat Inovasi untuk Pahlawan Pangan Tangguh

👤mediaidonesia.com 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 20:06 WIB
Mentan Syahrul Yasin Limpo mengatakan, krisis kesehatan global Covid-19 membuat kita merefleksikan hal-hal yang sangat dihargai dan...
MI/Solmi

Kementan Dorong Kekuatan Ekspor Pertanian melalui Gratieks

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 19:41 WIB
Mendag Agus Suparmanto menegaskan bahwa komoditas pertanian memiliki kontribusi besar dalam surplus neraca perdagangan Indonesia...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya