Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
DEFLASI yang terjadi selama tiga bulan tidak lepas dari melimpahnya suplai. Adapun tingkat permintaan relatif membaik, jika dilihat dari tingkat inflasi inti.
"Deflasi yang terjadi dalam tiga bulan terakhir lebih banyak disebabkan aspek suplai. Tercermin dari deflasi kelompok makanan karena panen dan angkutan udara. Inflasi inti yang mencerminkan aggregate demand juga masih meningkat," ujar Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir saat dihubungi, Selasa (6/10).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia mengalami deflasi sepanjang kuartal III 2020. Rinciannya, deflasi Juli sebesar 0,05%, Agustus sebesar 0,10% dan September sebesar 0,05%.
Baca juga: Indonesia Alami Deflasi Tiga Bulan Berturut-Turut
Pada September lalu, kelompok makanan, minuman dan tembakau menjadi kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi paling tinggi, yakni 0,37%. Kemudian diikuti deflasi transportasi 0,33%, pakaian dan alas kaki 0,03%, serta kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,01%.
Adapun komponen inti masih mengalami inflasi 0,13%. Sementara itu, komponen harga yang diatur pemerintah terjadi deflasi 0,19% dan harga bergejolak deflasi 0,60%.
Tingginya suplai menjadi salah satu faktor penyebab deflasi dalam tiga bulan terakhir. Apalagi pemerintah berupaya menekan laju penyebaran covid-19, yang akhirnya membatasi aktivitas sosial dan ekonomi. Menurut Iskandar, deflasi merupakan hal wajar dalam situasi pandemi.
Baca juga: Soal RUU Cipta Kerja, Indef: Belum Tentu Memacu Investasi
"Kita tidak bisa tancap gas sekencang-kencangnya (menggerakkan ekonomi), karena pengendalian aspek kesehatan juga sangat penting," pungkasnya.
Dia berpendapat tingkat inflasi akan berangsur pulih ketika vaksinasi covid-19 mulai digencarkan. Pemerintah berharap upaya itu dapat mendongkrak ekonomi nasional yang tertekan pandemi.
Belum lagi efek dari implementasi UU Cipta Kerja, yang baru saja disahkan DPR RI. Produk hukum itu dinilai dapat meningkatkan investasi secara bertahap, serta mendorong kegiatan produksi.
"Nanti dibarengi juga percepatan realisasi APBN dan anggaran PEN. Ekonomi kita bisa tumbuh 5% pada 2021," pungkasnya.(OL-11)
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Melihat ancaman besar terhadap keberlanjutan layanan kesehatan dasar, dr. Harmeni mendirikan Symptomedic, platform telemedisin dan layanan pengantaran obat.
ANCAMAN kesehatan global kembali muncul dari Tiongkok. Setelah virus corona yang menyebabkan pandemi covid-19, kali ini virus baru influenza D (IDV) ditemukan.
Sengketa gaji Cristiano Ronaldo dengan Juventus terkait penundaan pembayaran saat pandemi covid-19 masih berlanjut. Putusan arbitrase dijadwalkan 12 Januari 2026.
Teknologi vaksin mRNA, yang pernah menyelamatkan dunia dari pandemi covid-19, kini menghadapi ancaman.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Studi Nature Communications ungkap pandemi Covid-19 mempercepat penuaan otak rata-rata 5,5 bulan, meski tanpa infeksi. Siapa yang paling terdampak?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved