Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
PT PLN Persero memperkirakan penjualan listrik hingga akhir tahun berada di kisaran -0,5% hingga +0,5%. Tapi, tidak hanya PLN, semua utilitas di dunia mengalami kontraksi yang sangat drastis.
Direktur Human Capital PT PLN Persero Syofvi Roekman mengatakan pada 2-3 bulan pertama berlangsungnya pandemi covid-19 di Indonesia, permintaan listrik PLN turun cukup signifikan, yaitu hingga negatif 10%.
"Ini hal yang tidak pernah kami alami sebelumnya, bahkan selama 27 tahun saya di PLN. Pertumbuhan penjualan negatif sampai 10% baru kami rasakan kemarin dan dampaknya cukup sulit bagi kami di PLN," kata Syofvi dalam webinar Ngopi BUMN, Kamis (24/9).
Tetapi beberapa bulan terakhir, dia melihat kondisi itu mulai membaik. Posisinya hingga saat ini penjualan kelistrikan di PLN masih -2%.
"Di akhir tahun kami proyeksikan negatifnya mungkin sekitar 0,5%. Tapi kami tetap berupaya agar penjualan bisa positif. Kami punya skenario pesimis dan optimis. Jadi ekspektasi pertumbuhan penjualan akhir tahun ada di kisaran -0,5% hingga +0,5%," tukas Syofvi. (Try/OL-14)
PT PLN (Persero) berhasil menjaga kelancaran ibadah dan aktivitas masyarakat selama periode Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026 dengan pasokan listrik yang andal.
PLN telah menyediakan 4.769 unit stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) yang tersebar di 3.078 titik di seluruh Indonesia.
Menjelang Idulfitri 1447 Hijriah, PLN memastikan kesiapan pasokan listrik di berbagai objek vital.
Hingga saat ini, PLN bersama mitra telah mengoperasikan 4.769 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di 3.097 lokasi di seluruh Indonesia.
PLN EPI memastikan pasokan energi primer untuk pembangkit listrik nasional dalam kondisi aman selama Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah.
Pesan tersebut disampaikan Darmawan saat memberikan motivasi kepada mahasiswa Ikatan Kerja Institut Teknologi PLN (ITPLN) di Kampus ITPLN, Jakarta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved