Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PANDEMI Covid-19 ikut berdampak pada bisnis yang dijalankan oleh usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta usaha rintisan (startup). Pengusaha nasional, Sandiaga Uno menyebutkan, hal itu terlihart dari fase survival mode yang sedang dijalani dua jenis usaha tersebut.
Model bisnis itu, kata Sandiaga, bakal sulit bertahan di tengah ketidakpastian jangka waktu pandemi. Karena itu, dibutuhkan penambahan pengetahuan bisnis bagi UMKM dan startup agar bisa mendapatkan model bisnis berkelanjutan.
Namun, kata Sandiaga, di tengah pandemi, model bisnis baru itu harus dipadukan dengan aspek kesehatan dan digitalisasi dalam setiap tahapan bisnis mulai dari pemesanan, pembayaran, produksi, hingga penyediaan barang.
“Zaman sekarang data dan tren bisnis bisa kita dapatkan dengan mudah. Kita tinggal mengamati, meniru, dan memodifikasi tren yang ada sehingga kita memiliki model bisnis baru,” katanya dalam keterangan tertulisnya.
Bisnis yang saat ini dibutuhkan masyarakat, lanjut mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu adalah, di bidang kesehatan, teleconferencing, kurus terbuka, biotech, legal, dan clear energy. Sandi menegaskan, ada empat kekuatan yang bisa digaungkan dalam duia enterpreuneurship yaitu, pencapaian atau target, stimulasi, arah atau tujuan, dan keamanan bisnisnya.
Baca juga : Kadin : 80% Perusahaan Alami Penurunan Pendapatan Akibat Pandemi
“Bila ini semua bisa digapai maka apapun usahanya pasti akan sangat maju,” tutupnya.
Anggota Komisi XI DPR RI Kamrussamad mengatakan, di era digitalisasi saat ini para pengusaha muda harus bisa beradaptasi. Salah satunya membuka kemitraan dengan elemen atau komunitas seperti asosiasi industri kreatif.
"Kemitraan dengan komunitas berbasis industri kreatif ini menjadi penting terutama agar produk wirausaha bisa ikut terpasarkan dengan baik," katanya.
Kamrussamad mengaku, tantangan bisnis saat ini ini memang lebih tinggi dari biasanya. Pengusaha dituntut untuk berpikir out of the box dan memanfaatkan teknologi online agar bisnis kita tetap bisa berjalan dan tak berujung merugi.
"Manfaatkan setiap sumber daya yang ada, serta gunakan berbagai software yang bisa mendukung kelancaran bisnis selama covid-19 masih merajalela. \Intinya adalah kita terus mau belajar, riset, dan Mampu melihat tren serta meraba tren yang akan datang,” tukasnya. (RO/OL-7)
Harga cokelat melonjak akibat krisis kakao. Startup Prefer hadirkan bubuk cokelat tanpa kakao yang lebih murah 50% dan ramah lingkungan.
Banyak yang belum menyadari bahwa Indonesia telah memproduksi ponsel untuk dipasarkan secara internasional. Produk tersebut hadir melalui Unplugged, sebuah startup.
STARTUP kecerdasan buatan (AI) asal Indonesia, Zarfix, resmi menjadi sorotan internasional setelah tampil dalam ajang 'Take Off Istanbul' di Istanbul, Turki.
Di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang kerap diukur lewat valuasi dan pendanaan, MDI Ventures menghadirkan perspektif berbeda.
Tokyo X-Hub 2025 mengundang 10 startup Jepang yang berbasis di Tokyo untuk mengeksplorasi pasar Indonesia.
Diskusi berfokus pada bagaimana Indonesia dan Australia dapat memperkuat kolaborasi di bidang teknologi, kewirausahaan, dan inovasi.
Melihat ancaman besar terhadap keberlanjutan layanan kesehatan dasar, dr. Harmeni mendirikan Symptomedic, platform telemedisin dan layanan pengantaran obat.
ANCAMAN kesehatan global kembali muncul dari Tiongkok. Setelah virus corona yang menyebabkan pandemi covid-19, kali ini virus baru influenza D (IDV) ditemukan.
Sengketa gaji Cristiano Ronaldo dengan Juventus terkait penundaan pembayaran saat pandemi covid-19 masih berlanjut. Putusan arbitrase dijadwalkan 12 Januari 2026.
Teknologi vaksin mRNA, yang pernah menyelamatkan dunia dari pandemi covid-19, kini menghadapi ancaman.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Studi Nature Communications ungkap pandemi Covid-19 mempercepat penuaan otak rata-rata 5,5 bulan, meski tanpa infeksi. Siapa yang paling terdampak?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved