Selasa 15 September 2020, 17:01 WIB

Pemerintah Optimis Pertumbuhan Ekonomi Positif di 2021

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Pemerintah Optimis Pertumbuhan Ekonomi Positif di 2021

MI/Susanto
Menteri BUMN Erick Thohir

 

KETUA Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Erick Thohir, mengungkapkan pertumbuhan ekonomi di 2021. Hal ini seiring dengan ketersediaan vaksin di awal tahun depan. Menurutnya, ketersediaan vaksin menjadi kunci utama dalam pemulihan ekonomi nasional.

"Kalau vaksinnya bisa dimulai (produksi) awal tahun depan, tentu investasi juga terus berjalan seiring. Banyak riset mengatakan, dari World Bank misalnya, menyebut pertumbuhan ekonomi kembali positif di tahun depan, termasuk di Indonesia," jelas Erick dalam webinar 'Transportasi Sehat, Indonesia Maju', Jakarta, Selasa (15/9).

Baca juga: Pembiayaan Investasi 2021 Turun jadi Rp169,05 Triliun

Erick tidak menyebut secara rinci berapa angka pertumbuhan ekonomi yang dikatakan bakal kembali positif tersebut. Namun, ia mengatakan, pemerintah memfokuskan kesehatan ketimbang ekonomi saat ini.

"Nomer satu proritas kita adalah Indonesia sehat. Kami tidak bicara ekonomi Indonesia bisa tumbuh, jika program Indonesia sehat tidak berjalan baik," ungkap Menteri BUMN itu.

Erick juga menuturkan, seiring penanganan kesehatan, pemerintah juga bakal terus menyalurkan bantuan atau stimulus bagi masyarakat dan UMKM yang terdampak hingga tahun depan.

"Program yang sukses seperti Banpres (bantuan presiden) produktif untuk UMKM sangat disambut baik pelaku usaha. Dari 12,2 juta target, baru terkumpul 9 juta. Kredit lunak juga bakal kita luncurkan. Kita optimistis berjalan baik," ujar Erick

Terpisah, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bima Yudhistira menyebut meski diyakini pertumbuhan ekonomi kuartal III akan resesi, pemerintah diminta untuk fokus menekan kasus covid-19 untuk kuartal berikutnya.

"Kuartal ke III tetap akan resesi. Harapannya pada kuartal keempat pandemi berhasil ditekan penularannya dan masyarakat akan pede belanja lagi. Momentum Natal dan Tahun Baru di akhir kuartal IV jangan sampai lewat," jelas Bima kepada Media Indonesia beberapa hari lalu. (OL-6)

Baca Juga

MI/Amir MR

Resesi Di Depan Mata, Regulasi Pro Komoditas Ekspor Perlu Diperlukan

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 04 Oktober 2022, 07:00 WIB
CPO atau minyak sawit masih menjadi komoditas yang menyumbangkan pundi-pundi besar terhadap devisa...
Antara

Ridwan Kamil Akui Kompor Listrik Bebani Masyarakat

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 03 Oktober 2022, 23:59 WIB
Menurutnya, program konversi gas elpiji 3 kilogram ke kompor listrik akan berjalan lancar jika ada penggunaan teknologi yang...
Dok.Sunlife

Sun Life Indonesia dan CIMB Niaga Hadirkan Sun Proteksi Jiwa

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 03 Oktober 2022, 23:07 WIB
Hanya 37% masyarakat Indonesia yang memiliki tabungan untuk hidup lebih dari 6 bulan ke...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya