Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
INSTITUTE for Development of Economics and Finance (INDEF) memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada akhir 2020 nanti di kisaran -0,53% hingga 0,14%.
Namun menurut peneliti INDEF M. Rizal Taufikurohman, angka ini bisa tercapai dengan catatan jika pemerintah melakukan peningkatan penyerapan anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) mencapai 60% pada akhir tahun ini.
“Pertumbuhan ekonomi kita di 2020 dimungkinkan mencapai -0,53%-0,14% ini skenario sedang dan berat di mana penanganan wabah covid-19 sudah lebih dari 1 semester dan dengan stimulus fiskal bisa didorong hingga 60% penyerapannya,” ujar Rizal dalam webinar dengan INDEF, Selasa (25/8).
Menurutnya, kunci utama agar pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak jatuh terlalu dalam adalah pada peningkatan penyerapan anggaran covid-19. Menurutnya pemerintah harus terus didorong untuk melakukan akselerasi penyerapan anggaran.
Baca juga : Menkeu: Pemulihan Ekonomi Nasional Belum Kuat
“Sehingga memang saat ini masih harus terus dilakukan dan ditingkatkan realisasi penyerapan anggarannya. Namun, tidak sekedar ditingkatkan tapi harus ada akselerasi penyerapan kebijakan covid-19 ini. Mudah-mudahan bulan Agustus ini bisa signifikan,” harapnya.
Menurutnya jika realiasi penyerapan anggaran penanggulangan covid-19 ini lebih baik maka akan mendorong pertumbuhan ekonomi lebih baik juga. Bahkan membantu untuk mendongkrak pertumbuhan di 2021 mendatang.
Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan realisasi program PEN per 19 Agustus 2020 baru mencapai Rp 174,79 triliun, atau 25,1% dari pagu anggaran sebesar Rp 695,2 triliun.
“Dari Rp 695,2 triliun itu DIPA sudah dikeluarkan Rp 387,91 triliun. Anggaran yang tanpa pakai DIPA Rp 155,96 triliun, yaitu insentif perpajakan. Sedangkan yang masih belum di-DIPA-kan sebanyak Rp 151,6 triliun,” ujar Sri Mulyani, kemarin (24/8). (OL-2)
UBS menggelar UBS OneASEAN Summit untuk ke-14 kalinya dengan menghadirkan lebih dari 850 investor institusional, pembuat kebijakan, serta pemimpin industri dari berbagai negara.
Bank Indonesia (BI) mengapresiasi catatan surplus neraca perdagangan Indonesia pada Januari tahun ini.
Gubernur BI Perry Warjiyo proyeksikan pertumbuhan ekonomi RI triwulan I 2026 tetap kuat di tengah tantangan global. Simak faktor pendorong dan analisisnya.
Presiden Prabowo Subianto menjelaskan langkah pemerintah dalam mempertahankan pertumbuhan ekonomi nasional di atas 5% sekaligus mempercepat pembangunan konektivitas.
Pelajari cara menghitung pertumbuhan ekonomi suatu negara dengan rumus PDB riil. Panduan lengkap beserta indikator dan contoh penghitungan mudah.
Transisi menuju ekonomi sirkular dinilai penting untuk mendukung pertumbuhan yang inklusif, meningkatkan daya saing nasional, serta membantu pencapaian target Net Zero Emissions 2060.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved