Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati menuturkan, pandemi covid-19 yang merebak di Indonesia mengharuskan pemerintah membuat rencana jangka pendek untuk menanggulanginya. Dampak dari pandemi kemungkinan dapat menganggu visi dan misi Indonesia dalam waktu dekat.
“Ini adalah bagaimana kita menghadapi tantangan jangka pendeknya. Sekarang kita menghadapi covid yang saat ini berdampak jangka pendek. Ini akan berpengaruh pada pembiayaan di 2021 dan ke depan,” ujarnya dalam Webinar bertajuk Reimagining the Future of Indonesia’s Economy, Rabu (19/8).
Krisis saat ini yang bermula dari masalah kesehatan, lanjut Sri Mulyani, berdampak pada persoalan ekonomi dan sosial masyarakat. Itu pula yang membedakan krisis saat ini dengan beberapa krisis ekonomi yang pernah terjadi di Tanah Air.
Pemerintah tidak ingin kehilangan momentum reformasi dan transformasi ekonomi yang lebih dulu digagas sebelum pandemi. Secara paralel, kebijakan untuk menanggulangi dampak pandemi pada kesehatan dan ekonmi serta melanjutkan reformasi terus dilakukan.
“Di sampping itu (penanggulangan kesehatan dan pemulihan ekonomi), kita terus melanjutkan hal-hal yang kita rancang seperti perbaikan SDM, efisiensi birokrasi, kemudahan berusaha, kita tetap melanjutkan itu,” jelasnya.
Namun, perempuan yang karib disapa Ani itu bilang, hal itu bukanlah sesuatu yang mudah untuk dilaksanakan. Sebab, setiap harinya kondisi berubah dan pemerintah perlu merespon itu dengan menelurkan kebijakan yang adaptif.
Baca juga : Mau Jadi Negara Maju, Ini PR Indonesia Versi Menkeu
Salah satu hal yang kini coba didorong oleh pemerintah ialah memperbaiki sisi permintaan dalam perekonomian. Oleh karenanya bantuan sosial berupa uang tunai kerap membanjiri masyarakat dalam beberapa bulan terakhir. Tapi itu bukan berarti tugas pemerintah selesai, pemerintah juga berupaya untuk mendorong sisi penawaran melalui berbagai stimulus dan relaksasi kebijakan.
“Memang supply dan demand itu penitng, tapi membangun kembali permintaan kala covid masih ada, itu tidak semudah anda memberi uang kepada mereka agar belanja. Akan sulit,” tuturnya.
Di kesempatan yang sama, Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Perumusan Kebijakan Fiskal dan Makroekonomi Masyita Crystalin menuturkan, agenda reformasi dan transformasi ekonomi yang digagas pemerintah tetap berjalan meski pandemi merebak.
Bahkan, fokus di 2021 reformasi itu menjadi tema utama dalam penganggaran negara.
“Tahun depan, fokusnya adalah untuk selamat, ini didesain senbagai strategi bertahan. 2020-2021 akan fokus ke reformasi perlindungan sosial, kesehatan dan pangan. Pada 2021 nadanya sama seperti sebelum covid. Karena saat ini kita sudah berada di tengah reformasi itu dan sayangnya covid datang,” pungkasnya. (OL-7)
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
DALAM beberapa minggu terakhir, rumah sakit dan klinik di wilayah Jabodetabek mencatat peningkatan signifikan pasien dengan gejala flu yang mirip covid-19.
KEPALA Biro Komunikasi dan Persidangan Kemenko PMK, Budi Prasetyo, mengatakan pemerintah berencana pola penanganan tuberkulosis (Tb)) akan dilakukan secara terpadu seperti covid-19.
MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengusulkan data program keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaporkan secara rutin seperti laporan covid-19 pada saat pandemi lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved