Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BERDASARKAN data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perusahaan pembiayaan telah melakukan restrukturisasi kredit terhadap 4,18 juta nasabah.
Restrukturisasi ini dengan total outstanding pokok sebesar Rp 124,3 triliun dan bunga sebesar Rp 31,73 triliun.
“Kontrak (nasabah) yang disetujui permohonan restrukturisasi mencapai 4,18 juta,” ujar Kepala Departemen Pengawasan Industri Keuangan Non-Bank II B OJK, Bambang W. Budiawan, dalam diskusi virtual, Rabu (12/8).
Baca juga: OJK Bakal Perpanjang Masa Restrukturisasi Kredit
Adapun terkait kontrak yang belum disetujui perusahaan pembiayaan untuk restrukturisasi kredit sebanyak 285 ribu nasabah. Itu dengan total outstanding pokok sebesar Rp 9,75 triliun dan bunga sebesar Rp 2,40 triliun.
“Namun, kontrak yang permohonannya tidak sesuai dengan kriteria sebanyak 285.405 kontrak, dengan total outstanding sebesar Rp 9,75 triliun dan bunganya Rp 2,40 triliun,” imbuh Bambang.
Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), Suwandi Wiratno, menyebut 4,18 juta nasabah yang mendapat restrukturisasi kredit juga menerima berbagai keringanan. Seperti, debitur hanya membayar bunga, membayar sebagian cicilan, hingga libur cicilan pokok dan bunga.
Baca juga: Realisasi Dana Pemulihan Ekonomi Baru Rp151,2 Triliun
“Yang sudah kami restruktusisasi ini nilainya sangat besar. Terdiri dari kredit UMKM dan non- UMKM. Namun, sebagian besar adalah UMKM dan pekerja informal. Kami pun tetap melakukan verifikasi atas permohonan yang masuk,” jelas Suwandi.
Dalam proses restrukturisasi, pihaknya mewanti-wanti perlu dilakukan dengan hati-hati. Itu dengan mempertimbangkan beberapa hal penting. Berdasarkan data OJK per Mei 2020, perusahaan pembiayaan memiliki 23,3 juta kontrak debitur.
Baca juga: Realisasi Subsidi Bunga KUR Masih Rendah, Menkeu: Ada Persoalan
“Kemampuan dan kekuatan perusahaan pembiayaan perlu dijaga. Sehingga restrukturisasi yang diberikan memiliki dampak lebih luas bagi perekonomian nasional,” katanya.
Per Mei 2020, sumber pendanaan industri ini bersumber dari pinjaman dalam negeri dan luar negeri, serta surat berharga sebesar Rp 342,87 triliun. Perusahaan juga perlu membayar gaji kepada sekitar 195.926 pegawai.
"Ini PR bersama bagaimana mereka bisa bertahan di tengah pandemi covid-19. Di tengah masa sulit, image perusahaan pembiayaan harus dijaga, antara lain tidak melakukan lay-off pegawai," tandas Suwandi.(OL-11)
Kebutuhan masyarakat terhadap akses kredit digital yang cepat, mudah, dan terjangkau terus meningkat, terutama di luar kota-kota besar.
Keterbatasan akses pembiayaan masih menjadi persoalan besar bagi pelaku usaha di Indonesia, khususnya UMKM dan generasi muda.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, daya beli masyarakat kelas menengah masih membutuhkan dukungan kebijakan.
Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) Hery Gunardi mengungkapkan fasilitas pinjaman perbankan yang belum ditarik atau undisbursed loan masih cukup tinggi.
Ia menegaskan Bank Jakarta menyambut peluang penempatan dana berikutnya dari pemerintah pusat.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan tambahan penempatan dana pemerintah di bank Himbara cukup menjaga likuiditas dan transmisi kredit yang optimal.
HP Inc berencana memangkas hingga 6.000 karyawan secara global hingga 2028 sebagai bagian dari efisiensi dan percepatan adopsi AI.
PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo menetapkan dividen tunai sebesar Rp1,5 triliun kepada pemegang saham/negara setelah membukukan kinerja keuangan 2024 yang melesat.
Pergantian direksi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dalam RUPSLB pada 15 Oktober 2025 dinilai sebagai langkah strategis untuk mempercepat transformasi.
CEO BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan, proses restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh masih terus berlangsung.
Seknas Fitra menyoroti laporan keuangan kuartal I 2025 PT Telkom Indonesia yang mengalami penurunan dari Rp37,4 triliun menjadi Rp36,6 triliun pada kuartal pertama 2025.
BTN siapkan restrukturisasi KPR bagi wartawan di tengah krisis industri media. Program rumah subsidi diluncurkan untuk 1.000 unit, berpeluang naik jadi 3.000.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved