Rabu 12 Agustus 2020, 14:22 WIB

Perusahaan Pembiayaan Restrukturisasi Kredit 4,18 Juta Nasabah

Hilda Julaika | Ekonomi
Perusahaan Pembiayaan Restrukturisasi Kredit 4,18 Juta Nasabah

Antara/Mohammad Ayudha
Suasana kantor OJK di Jakarta.

 

BERDASARKAN data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perusahaan pembiayaan telah melakukan restrukturisasi kredit terhadap 4,18 juta nasabah.

Restrukturisasi ini dengan total outstanding pokok sebesar Rp 124,3 triliun dan bunga sebesar Rp 31,73 triliun.

“Kontrak (nasabah) yang disetujui permohonan restrukturisasi mencapai 4,18 juta,” ujar Kepala Departemen Pengawasan Industri Keuangan Non-Bank II B OJK, Bambang W. Budiawan, dalam diskusi virtual, Rabu (12/8).

Baca juga: OJK Bakal Perpanjang Masa Restrukturisasi Kredit

Adapun terkait kontrak yang belum disetujui perusahaan pembiayaan untuk restrukturisasi kredit sebanyak 285 ribu nasabah. Itu dengan total outstanding pokok sebesar Rp 9,75 triliun dan bunga sebesar Rp 2,40 triliun.

“Namun, kontrak yang permohonannya tidak sesuai dengan kriteria sebanyak 285.405 kontrak, dengan total outstanding sebesar Rp 9,75 triliun dan bunganya Rp 2,40 triliun,” imbuh Bambang.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), Suwandi Wiratno, menyebut 4,18 juta nasabah yang mendapat restrukturisasi kredit juga menerima berbagai keringanan. Seperti, debitur hanya membayar bunga, membayar sebagian cicilan, hingga libur cicilan pokok dan bunga.

Baca juga: Realisasi Dana Pemulihan Ekonomi Baru Rp151,2 Triliun

“Yang sudah kami restruktusisasi ini nilainya sangat besar. Terdiri dari kredit UMKM dan non- UMKM. Namun, sebagian besar adalah UMKM dan pekerja informal. Kami pun tetap melakukan verifikasi atas permohonan yang masuk,” jelas Suwandi.

Dalam proses restrukturisasi, pihaknya mewanti-wanti perlu dilakukan dengan hati-hati. Itu dengan mempertimbangkan beberapa hal penting. Berdasarkan data OJK per Mei 2020, perusahaan pembiayaan memiliki 23,3 juta kontrak debitur.

Baca juga: Realisasi Subsidi Bunga KUR Masih Rendah, Menkeu: Ada Persoalan

“Kemampuan dan kekuatan perusahaan pembiayaan perlu dijaga. Sehingga restrukturisasi yang diberikan memiliki dampak lebih luas bagi perekonomian nasional,” katanya.

Per Mei 2020, sumber pendanaan industri ini bersumber dari pinjaman dalam negeri dan luar negeri, serta surat berharga sebesar Rp 342,87 triliun. Perusahaan juga perlu membayar gaji kepada sekitar 195.926 pegawai.

"Ini PR bersama bagaimana mereka bisa bertahan di tengah pandemi covid-19. Di tengah masa sulit, image perusahaan pembiayaan harus dijaga, antara lain tidak melakukan lay-off pegawai," tandas Suwandi.(OL-11)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

Konsep Buy Now, Play Later Bakal jadi Primadona di 2021

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 20 Januari 2021, 23:55 WIB
Berdasarkan studi dari Coherent Market Insights, pasar Paylater global diperkirakan akan tumbuh dari US$5 juta pada 2019, menjadi US$...
Ist

Agar Tampilan Wajah Segar dan Bebas Kilap Minyak

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 20 Januari 2021, 23:20 WIB
Bedak tabur adalah bagian dari kosmetik populer karena setiap wanita menginginkan kulit berseri tanpa kilau minyak dalam tampilan...
AFP/Johan Ordonez

Pemilik British Airways Beli Air Europa dengan Setengah Harga

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 20 Januari 2021, 22:51 WIB
Pemerintah Spanyol telah memberikan Air Europa pinjaman sebesar 475 juta euro untuk membantu maskapai tersebut melalui...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya