Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA mencatat pertumbuhan ekonomi -5,32% pada kuartal kedua. Hal tersebut sedianya tidak mengherankan karena sudah diprediksi berbagai kalangan termasuk pemerintah.
Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Arif Budimanta mengungkapkan pertumbuhan negatif tidak hanya dialami Indonesia tetapi juga juga banyak negara di dunia. Posisi Indonesia pun diklaim relatif masih lebih baik.
"Walaupun terkontraksi, kita relatif masih lebih minimum dibandingkan yang dihadapi negara lain, termasuk negara mintra dagang utama. Tiongkok, Korea Selatan, Jepang dan Singapura itu juga minus," ujar Arif kepada wartawan, Rabu (5/8).
Baca juga : Ekonomi Kontraksi, Sektor Pertanian Masih Tumbuh Positif
Penurunan pertumbuhan yang tidak terlalu curam, sambung dia, terjadi karena pemerintah sudah menyiapkan strategi counter clynical seperti bantuan sosial dan program padat karya yang telah dimulai beberapa bulan ke belakang.
Dengan pemberian stimulus kepada masyarakat dan pelaku usaha yang masih terus berjalan, ia berharap pertumbuhan ekonomi di sisa tahun ini bisa kembali terangkat.
"Perhatian presiden itu ada di sisi permintaan. Permintaan yang bagus akan menggerakan sisi suplai. Ketika suplai tumbuh, rating job jadi lebih besar dan bisa menggerakkan ekonomi. Jadi ini kuncinya ada di konsumsi. Itu yang kita sasar," jelasnya. (OL-2)
Purbaya menjelaskan bahwa meskipun kondisi global penuh ketidakpastian, permintaan domestik masih menjadi mesin utama penggerak ekonomi.
LPEI memperkirakan bahwa ekonomi Indonesia masih diperkirakan tumbuh 4-5 persen dengan mempertimbangkan dinamika harga komoditas dan perdagangan global dengan catatan
Batam mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,76% secara tahunan (year-on-year) pada 2025. Angka itu menjadikannya sebagai yang tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
UBS menggelar UBS OneASEAN Summit untuk ke-14 kalinya dengan menghadirkan lebih dari 850 investor institusional, pembuat kebijakan, serta pemimpin industri dari berbagai negara.
Bank Indonesia (BI) mengapresiasi catatan surplus neraca perdagangan Indonesia pada Januari tahun ini.
Gubernur BI Perry Warjiyo proyeksikan pertumbuhan ekonomi RI triwulan I 2026 tetap kuat di tengah tantangan global. Simak faktor pendorong dan analisisnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved