Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA mencatat pertumbuhan ekonomi -5,32% pada kuartal kedua. Hal tersebut sedianya tidak mengherankan karena sudah diprediksi berbagai kalangan termasuk pemerintah.
Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Arif Budimanta mengungkapkan pertumbuhan negatif tidak hanya dialami Indonesia tetapi juga juga banyak negara di dunia. Posisi Indonesia pun diklaim relatif masih lebih baik.
"Walaupun terkontraksi, kita relatif masih lebih minimum dibandingkan yang dihadapi negara lain, termasuk negara mintra dagang utama. Tiongkok, Korea Selatan, Jepang dan Singapura itu juga minus," ujar Arif kepada wartawan, Rabu (5/8).
Baca juga : Ekonomi Kontraksi, Sektor Pertanian Masih Tumbuh Positif
Penurunan pertumbuhan yang tidak terlalu curam, sambung dia, terjadi karena pemerintah sudah menyiapkan strategi counter clynical seperti bantuan sosial dan program padat karya yang telah dimulai beberapa bulan ke belakang.
Dengan pemberian stimulus kepada masyarakat dan pelaku usaha yang masih terus berjalan, ia berharap pertumbuhan ekonomi di sisa tahun ini bisa kembali terangkat.
"Perhatian presiden itu ada di sisi permintaan. Permintaan yang bagus akan menggerakan sisi suplai. Ketika suplai tumbuh, rating job jadi lebih besar dan bisa menggerakkan ekonomi. Jadi ini kuncinya ada di konsumsi. Itu yang kita sasar," jelasnya. (OL-2)
Ketidakpastian global akibat meningkatnya risiko geopolitik dan perlambatan ekonomi dunia masih menjadi tantangan utama pada 2026.
Allianz Global Investors (AllianzGI) menilai perekonomian global memasuki 2026 dalam kondisi yang masih tertekan, namun menunjukkan ketahanan yang relatif solid.
GUBERNUR Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan berdasar kajian kondisi perekonomian sepanjang 2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 diperkirakan berada pada kisaran 4,7%-5,5%.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk meninggalkan sikap wait and see atau bereaksi menunggu terhadap dinamika pasar.
GUBERNUR Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan masih terbuka peluang penurunan lanjutan suku bunga acuan atau BI Rate pada tahun ini.
Terpilihnya Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) dinilai menjadi langkah positif bagi penguatan kebijakan ekonomi nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved