Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KELAS menengah di Indonesia menunjukkan optimisme aktivitas ekonomi akan kembali bergeliat pada fase adaptasi kebiasaan baru (AKB) atau new normal.
Hal itu terungkap dari survei yang digelar perusahaan riset pasar, Populix tentang optimisme publik dan para pekerja dalam memulai aktivitasnya kembali di era adaptasi kebiasaan baru.
"Survei Populix menunjukkan bahwa responden dari kalangan menengah adalah masyarakat yang paling optimistis dengan diberlakukannya adaptasi kebiasaan baru," ungkap Chief Operating Officer (COO) Populix Eileen Kamtawijoyo dilansir dari keterangan resmi yang diterima Media Indonesia, Rabu (29/7).
Di sisi lain, masyarakat kalangan bawah memandang pesimistis kebijakan tersebut. Hal ini dapat terjadi karena faktor tingkat kesejahteraan yang masih rendah serta terbatasnya akses layanan kesehatan.
Riset populix juga mengungkapkan 97% responden mengaku rutin menggunakan masker serta 87% menggunakan hand sanitizer. Kedua benda tersebut telah disadari masyarakat sebagai barang bawaan wajib ketika meninggalkan rumah.
"Badan kesehatan dunia menganjurkan setiap orang untuk menggunakan masker karena dinilai ampuh menurunkan potensi penularan covid-19 hingga 75%," sambungnya.
Baca juga : Pemerintah Tempatkan Dana Rp2 Triliun di Bank DKI
Di kalangan pekerja, 88% menyatakan perusahaannya mewajibkan pemakaian masker selama bekerja dan di perjalanan. Hal itu selaras dengan protokol kesehatan yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan lewat Surat Keputusan (SK) Nomor HK 02.02/II/753/2020 aktivitas perekonomian diizinkan kembali beroperasi dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan.
Namun, dari hasil survei yang dilakukan, masyarakat kalangan bawah lebih jarang memakai masker dibanding kalangan menengah ke atas. Dengan kata lain, perlu ada edukasi kebiasaan baru yang menyasar ke bawah dengan tingkat pendidikan yang relatif rendah.
Survei tersebut juga mengungkap terdapat 81% perusahaan yang secara ketat melakukan pembatasan jarak fisik. Sementara itu, upaya mengurangi kerumunan juga diatasi lewat mekanisme shift kerja yang telah diberlakukan 58% perusahaan.
"Temuan lainnya, 43% perusahaan telah membuat skema pengurangan bekerja di kantor," ujar Eileen.
Selain itu, setelah tiga bulan berlalu sejak kasus covid-19 pertama kali diumumkan di Indonesia, Populix juga mengukur perubahan tingkat kekhawatiran masyarakat pada rentang April hingga Juni dengan skala 1-10.
Semakin tinggi skala menunjukkan semakin tinggi pula tingkat kekhawatiran masyarakat. Hasilnya, ada penurunan tingkat kekhawatiran pada April, dimana awalnya skala 8,1 menjadi 7,6 di Juni 2020.
"Adaptasi kebiasaan baru yang ada di depan mata menjadi skenario baru yang diusung untuk memulihkan perekonomian," pungkasnya. (OL-7)
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Data survei juga mengungkap fakta menarik bahwa penolakan ini tidak terkonsentrasi pada satu kelompok demografi atau politik tertentu
Peneliti Core Indonesia, Eliza Mardian, menyarankan agar pemerintah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) demi melindungi konsumen akhir.
Data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) per Juli 2025 menunjukkan bahwa pertumbuhan tabungan masyarakat dengan nominal di bawah Rp100 juta hanya mencapai 4,76% (yoy).
Hasil survei nasional ungkap tantangan dan rumuskan arah kebijakan baru.
Usaha keluarga merupakan fondasi ekonomi Asia, dengan 85% perusahaan di kawasan Asia Pasifik dimiliki oleh keluarga, bersama UKM yang mencakup 97% bisnis di kawasan.
Berdasarkan survei, mayoritas masyarakat puas dengan kinerja Polri dan berharap dapat menjadi simbol supremasi sipil.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved