Minggu 26 Juli 2020, 19:56 WIB

 Diversifikasi Pangan, Kementan Dorong Penurunan Konsumsi Beras

mediaindonesia.com | Ekonomi
 Diversifikasi Pangan, Kementan Dorong Penurunan Konsumsi Beras

Ist/Kementan
Mentan Syahrul Yasin Limpo dan Kepala BKP Agung Hendriadi dalam kampanye Gerakan Diversifikasi Pangan, di Jakarta, Minggu (28/6). 

 

KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) mengupayakan diversifikasi pangan sebagai salah satu program peningkatan ketersediaan pangan di era kenormalan baru.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan program tersebut sebagai Cara Bertindak (CB) 2 yang mencakup diversifikasi pangan berbasis kearifan lokal yang fokus pada komoditas pangan lokal tertentu, pemanfaatan pangan lokal secara massif, dan pemanfaatan lahan pekarangan. 

"Kita kampanyekan gerakan diversifikasi pangan lokal. Kita nyatakan diverifikasi pangan lokal adalah kekayaan dan budaya bangsa. Bukan hanya beras yang kita miliki. Tapi yang kita miliki berbagai pangan lainnya. Ada ubi-ubian, jagung, sorgum, sagu, kentang, labu dan lainnya" ujar Mentan SYL dalam kampanye Gerakan Diversifikasi Pangan, di Jakarta, Minggu (28/6). 

Selaras dengan Mentan SYL, Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Agung Hendriadi mengungkapkan bahwa terdapat banyak potensi pangan lokal untuk mendukung ketahanan pangan, yang dapat diidentifikasi dan didorong agar tiap provinsi mempunyai komoditas pangan lokal andalan. 

“Diversifikasi pangan ini adalah bagaimana kita tidak bergantung pada pangan tertentu khususnya beras. Kita punya kearifan lokal untuk diangkat sebagai komoditas alternatif pengganti beras, itu yang harus kita dorong di semua daerah” ujar Agung, saat dihubungi, Minggu (26/07).

Melalui video conference bersama dinas pangan dari provinsi seluruh Indonesia, Kamis (23/7), Agung meminta setiap daerah untuk fokus pada satu atau dua komoditas pangan lokal sumber karbohidrat non beras, agar potensi pangan lokal dapat secara optimal dikembangkan sesuai keunggulan wilayah.

 “Kita memetakan sasaran lokasi pengembangan pangan lokal, dan juga action plan  yang mencakup ketersediaan bahan baku, aksesibilitas, hingga pemanfaatannya,” jelas Agung. 

Berdasarkan pemetaaan tersebut, terdapat enam komoditas pangan lokal sumber karbohidrat yang potensial dikembangkan yaitu singkong, talas, sagu, kentang, pisang, dan jagung. 

Upaya diversifikasi pangan lokal ini ditargetkan menurunkan konsumsi beras dari 94,9 kg per kapita per tahun menjadi 85 kg per kapita per tahun pada tahun 2024.  Selain itu, upaya ini diharapkan dapat menumbuhkan UMKM pangan sebagai penyedia pangan lokal. 

“Untuk mencapai target tersebut, produksi pangan lokal itu harus naik dan yang penting juga ada yang mengolah, saat ini permintaan juga terus meningkat, kita akan bantu dorong pemasarannya melalui Pasar Mitra Tani yang ada di seluruh Provinsi,” tegasnya.

“Pangan lokal ini bisa dikonsumsi langsung sebagai pengganti nasi. Itu yang kita harapkan, kita dorong ini sebagai bahan pangan pengganti beras,” pungkas Agung. (OL-09)

Baca Juga

Dok. Kemenko Marves

RI-UEA Kerja Sama Investasi, dari Pariwisata hingga Pertahanan

👤Insi Nantika Jelita 🕔Jumat 05 Maret 2021, 22:52 WIB
"Kami menandatangani Letter of Intent antara pihak Uni Emirat Arab dan juga Gubernur Aceh (Nova Iriansyah). Di mana nanti ada beberapa...
Dok. Hong Kong Kingland

Pengembang Tetap Percaya Diri Tuntaskan Proyek di Masa Pandemi

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Jumat 05 Maret 2021, 22:49 WIB
“Karena itu, konsumen tidak perlu khawatir proses pembangunan akan molor atau mangkrak. Bahkan, kami berani menjamin bahwa serah...
Dok. SiCepat

Raih Pendanaan, SiCepat bakal Perluas Jaringan dan Ekspansi 

👤Gana Buana 🕔Jumat 05 Maret 2021, 21:43 WIB
CEO SiCepat Ekspres The Kim Hai mengatakan, pendanaan yang diterima SiCepat Ekspres itu untuk memperkuat posisi SiCepat Ekspres sebagai...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya