Rabu 08 Juli 2020, 06:55 WIB

Telkom-Netflix Rambah Bisnis Hiburan Digital

(Des/Ant/E-2) | Ekonomi
Telkom-Netflix Rambah Bisnis Hiburan Digital

(Photo by Olivier DOULIERY / AFP)

 

TELKOM Group mengumumkan platform tayangan hiburan Netflix sudah dapat diakses di jaringan mereka mulai kemarin. Platform penyedia video on demand berbayar itu dapat diakses pelanggan lewat Indihome, Telkomsel, dan wifi .id.

"Telkom mengapresiasi perubahan pendekatan yang dilakukan Netflix untuk pasar Indonesia, dan karenanya memberi kesempatan pada pelanggan Telkom Group untuk dapat mengakses beragam konten hiburan," ungkap Vice President Corporate Communication Telkom, Arif Prabowo, lewat keterangan resminya, kemarin.

Pendekatan yang dimaksud ialah komitmen Netflix un tuk pembatasan akses atas tayangan sensitif dan ketidaksesuaian umur bagi pelanggan (parental control), juga dalam menyediakan mekanisme untuk penanganan keluhan pelanggan.

"Termasuk sesegera mungkin mendengar masukan dan bersedia menyelesaikan keluhan dari pemerintah atau regulator dalam waktu 24 jam atau sesuai dengan kurun waktu yang ditentukan pihak yang ber wenang," imbuh Arif.

Di samping itu, Netflix juga menyepakati komitmen untuk tidak menayangkan kontenkonten terlarang, seperti konten yang melanggar hak cipta, mengandung pornografi anak, terorisme, melanggar hak atas kekayaan intelektual (HAKI), dan mendiskreditkan kelompok masyarakat tertentu.

"Kami sangat senang karena saat ini Netfl ix telah dapat diakses melalui jaringan Telkom. Artinya, sekarang masyarakat Indonesia dapat menikmati tayangan Netfl ix yang beragam, mulai serial TV, dokumenter, serta fi lm lokal dan internasio nal berkualitas di semua ja ringan," kata Business Develop ment Manager Netfl ix, Tizar Patria, saat merespons hal itu.

Kabar itu disambut antusias warganet sehingga kata kunci Indihome dan Telkom menjadi topik populer di Twitter untuk Indonesia. Di kesempatan terpisah, Di rektorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan telah menunjuk enam perusahaan global yang memenuhi kriteria sebagai pemungut pajak pertambahan nilai (PPN) atas produk barang dan jasa digital impor yang dijual ke konsumen di Indonesia.

Keenam perusahaan itu ialah Amazon Web Services Inc, Google Asia Pacifi c Pte Ltd, Google Ireland Ltd, Google LLC, Netfl ix International BV, dan Spotify AB. (Des/Ant/E-2)

Baca Juga

Humas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)

Dukung SWF Indonesia, Jepang Siap Investasi Rp57 Triliun

👤(Des/Aiw/E-3) 🕔Minggu 06 Desember 2020, 05:25 WIB
JEPANG melalui Japan Bank for International Cooperation (JBIC) siap mendukung Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia dengan menginvestasikan...
Istimewa

Penerapan Industri Hijau dan Circular Economy Naikkan Daya Saing

👤Haryanto 🕔Sabtu 05 Desember 2020, 22:35 WIB
PENINGKATAN produktivitas dan daya saing sektor industri manufaktur merupakan salah satu kunci untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi...
Dok.BCA

BCA Raih 33 Award di Contact Center World - Asia Pasifik 2020

👤Heryadi 🕔Sabtu 05 Desember 2020, 21:22 WIB
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) berhasil membuktikan layanan yang prima dengan membawa pulang 33 penghargaan dalam beberapa kategori ajang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya