Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Teten Masduki, mengungkapkan penjaminan kredit modal kerja dapat dimanfaatkan seluruh pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Dalam hal ini, pelaku usaha yang terhubung dengan lembaga pembiayaan. Mulai dari perbankan, koperasi, hingga lembaga wakaf mikro.
"Saat ini, yang sudah terhubung ke lembaga pembiayaan formal ada 60,6 juta. Kategori UMKM sudah jelas diatur dalam PMK 71/2020. Bisa dalam bentuk perseorangan, koperasi dan badan usaha," ujar Teten dalam peluncuran Penjaminan Kredit Modal Kerja UMKM secara virtual, Selasa (7/7).
Baca juga: Pemerintah Rilis Penjaminan Kredit Modal Kerja UMKM
Batas atas pinjaman kredit modal kerja UMKM sebesar Rp10 miliar. Pemberian kredit modal kerja hanya dapat diajukan oleh pelaku usaha UMKM sekali saja.
Kredit modal kerja yang dijaminkan pemerintah melalui PT Jamkrindo dan PT Askrindo, menyasar pelaku UMKM yang sertifikat penjaminannya diterbitkan paling lambat 30 November 2021.
"Tenor pinjaman maksimal 3 tahun. Semua program ini tidak termasuk bagi UMKM dalam daftar hitam nasional," pungkas Teten.
Baca juga: Bantu UMKM, Pemerintah Subsidi Bunga Kredit Hingga 6%
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menyebut pemerintah telah mengalokasikan anggaran hingga Rp5 triliun untuk penjaminan kredit modal kerja. Program penjaminan digulirkan pemerintah selama 18 bulan ke depan.
"Ini bisa mengcover hingga Rp 100 triliun sepanjang 18 bulan. Jadi dalam hal ini, bisa dilakukan sampai 2021. Tahun ini kita harap lebih dari Rp 65-80 triliun bisa tersalurkan. Sehingga mendorong perekonomian, terutama UMKM," kata Ani, sapaan akrabnya.(OL-11)
PERTUMBUHAN kredit industri fintech peer-to-peer (P2P) lending atau pinjaman daring (pindar) pada 2026 berada di level dua digit.
Per Desember 2025, kredit perbankan tumbuh sebesar 9,63% secara tahunan (yoy) ditopang penyaluran kredit investasi yang tinggi.
Kebutuhan masyarakat terhadap akses kredit digital yang cepat, mudah, dan terjangkau terus meningkat, terutama di luar kota-kota besar.
Keterbatasan akses pembiayaan masih menjadi persoalan besar bagi pelaku usaha di Indonesia, khususnya UMKM dan generasi muda.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, daya beli masyarakat kelas menengah masih membutuhkan dukungan kebijakan.
Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) Hery Gunardi mengungkapkan fasilitas pinjaman perbankan yang belum ditarik atau undisbursed loan masih cukup tinggi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved