Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUSAHAAN asuransi PT. Asuransi Tugu Pratama Indonesia (Tugu Insurance) sukses mencatatkan laba konsolidasi anggota sebesar Rp505,7 miliar pada tahun buku 2019 atau naik 145,7% dari tahun sebelumnya yang tercatat Rp205,9 miliar.
Sedangkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada Pemilik entitas induk sebesar Rp. 458,7 miliar, atau meningkat 84,1% dari tahun sebelumnya.
Salah satu sumbangsih signifikan bagi pendapatan Tugu Insurance berasal dari segmen kendaraan bermotor (ranmor). Premi dari produk kendaraan bermotor naik 125,5% menjadi Rp204,2 miliar di tahun lalu, sementara hasil Underwriting-nya naik 85,4%. menjadi Rp45,8 miliar pada 2019.
Presiden Direktur Tugu Insurance Indra Baruna mengatakan, peningkatan itu sejalan dengan implementasi strategi Perseroan dalam hal mengembangkan sektor ritel, melalui produk kendaraan bermotor roda dua yakni “t ride” dan kendaraan bermotor roda empat yakni “t drive”.
Peningkatan premi pada segmen retail/kendaraan bermotor itu ikut membuat Tugu Insurance masuk jajaran top 20 perusahaan asuransi yang fokus pada segmen tersebut berdasarkan data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI0 2019.
"Bisnis asuransi kendaraan bermotor berkontribusi positif pada Hasil Underwriting induk perusahaan, dan merupakan 3 besar kontributor dari sisi Net Premium Written” kata Indra dalam keterangan tertulisnya.
Baca juga : E-commerce Builder Optimalkan Pemasaran saat Covid-19
Secara total, sampai dengan periode Desember 2019 pencapaian premi bruto secara konsolidasian Tugu Insurace sebesar Rp6,4 triliun atau naik 26,5% secara tahunan (yer on year) dari periode yang sama tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp5,1 triliun.
Indra menjelaskan kinerja Tugu Insurance yang bagus pada 2019 tidak terlepas dari upaya Perseroan untuk senantiasa mengelola risiko dengan prinsip kehati-hatian baiik dari aspek underwriting maupun dalam pengelolaan investasi.
Kinerja Hasil Underwriting konsolidasian naik dari Rp720,7 miliar menjadi Rp922,2 miliar atau naik 28,0%. Pada induk perusahaan kinerja Hasil Underwriting juga mengalami peningkatan dimana pada periode yang sama tahun sebelumnya tercatat sebesar Rp552,2 miliar, meningkat menjadi Rp656,8 miliar atau naik 18,9%.
“Untuk meningkatkan Hasil Underwriting, kami telah melakukan pemetaan akun - akun yang memiliki Hasil Underwriting yang baik untuk dipertahankan. Kami juga memaksimalkan kapasitas retensi untuk risiko-risiko baik tersebut” ujar Indra.
Anak usaha PT. Pertamina itu juga sukses mempertahankan rating global A- (excellent) dari A.M Best. Tercatat di akhir tahun buku konsolidasian 2019, Tugu Insurance memiliki total aset Rp20,7 triliun atau meningkat 18,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp17,4 triliun. Sedangkan ekuitas perseroan meningkat 11,5% dari Rp7,4 triliun menjadi Rp8,3 triliun, dengan disertai tingkat Risk Based Capital (RBC) 434% yang berada jauh di atas ketentuan batas minimum Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yaitu sebesar 120%. (RO/OL-7)
Sebanyak 22 kendaraan mogok usai isi Pertalite campur air di SPBU Juanda Bekasi. Simak kronologi, penyebab, dan cara klaim ganti rugi di posko pengaduan.
Salah satu risiko yang paling sering diabaikan saat meninggalkan kendaraan untuk mudik adalah penurunan daya aki atau aki soak.
DALAM rangka memperkuat penetrasi pasar dan memaksimalkan potensi pembiayaan di wilayah Jawa Barat, PT Shinhan Indo Finance (SIF) mengoptimalkan kembali operasional Kantor Cabang Bandung.
Kombinasi gerakan mengayun dan suara mesin kendaraan bekerja secara sinergis menenangkan sistem saraf anak.
Pengecekan teknis kendaraan wajib dilakukan secara menyeluruh, namun yang tidak kalah penting adalah menjaga stamina dan konsentrasi pengemudi.
Langkah penyelamatan pertama yang paling penting usai kendaraan terendam banjir adalah tindakan pencegahan terhadap sistem kelistrikan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved