Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
DEPUTI Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir menuturkan, beberapa program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sedianya telah berjalan dan sesuai dengan rencana.
Hal itu disampaikannya saat disinggung mengenai implementasi program PEN yang terlihat lambat.
"Banyak juga program yang telah berjalan lebih cepat dan sesuai rencana, tapi laporannya belum disampaikan sehingga seolah-olah lambat. Kemenko justru take a lead untuk percepatan implementasi," tutur Iskandar, Kamis (18/6).
Namun diakui pula beberapa program memang belum terlaksana seperti dukungan pemerintah pada pos pembiayaan koorporasi. Sebab, kata Iskandar, dibutuhkan dukungan hukum yang jelas agar pelaksanaannya dapat tepat sasaran dan terhindar dari penyalahgunaan.
Lebih lanjut ia menuturkan, pada pos UMKM, dukungan pemerintah melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) sejatinya telah berjalan. Sedangkan pada dukungan UMKM lainnya, memerlukan persetujuan dari DPR soal anggaran yang disediakan.
"Kalau KUR untuk UMKM sudah jalan. Kalau UMKM lainnya kan harus persetujuan DPR anggarannya. Kemudian pelaporan (pelaksanaan) diberi waktu hingga bulan berikutnya. Karena UMKM kan jutaan (jumlahnya)," terang Iskandar.
Diketahui, sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers APBN KiTA secara virtual pada Selasa (16/6) menyebutkan, pihaknya akan melakukan monitoring dan tracking pada implementasi program PEN.
Sementara implementasi program tersebut, kata menkeu, masih berjalan lamban. Sebab dari paparannya disebutkan implementasi insentif pada bidang kesehatan baru berjalan 1,54% dari anggaran yang disediakan sebesar Rp87,55. Di bidang insentif kepada dunia usaha, pemerintah menganggarkan Rp120,61 triliun dan implementasinya baru berjalan 6,8%.
Kemudian pada dukungan UMKM yang dianggarkan sebesar Rp123,46 triliun, baru 0,06% terimplementasi. Sedangkan pada dukungan sektoral kementerian lembaga dan pemerintah daerah, baru berjalan 3,65% dari anggaran yang disediakan sebesar Rp106,11 triliun.
Perlindungan sosial menjadi pos dengan implementasi lebih baik dibanding pos lainnya. Tercatat, dari anggaran sebesar Rp203,9 triliun yang disediakan, 28,63% telah berjalan penyalurannya.
Baca juga: Pegadaian Turunkan Sampai Bebaskan Bunga
Lebih jauh, Iskandar bilang, melalui program PEN tersebut pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 diyakini dapat tumbuh positif. Namun ia enggan menyebutkan proyeksi pemerintah terkait kisaran pertumbuha tersebut.
"Pemerintah memperkirakan dengan PEN dan dimulainya new normal ekonomi, maka ekonomi akan tumbuh positif. Itu untuk kuartal III dan IV 2020, sehingga keseluruhan tahun bisa positif," pungkas Iskandar.
Dihubungi terpisah, ekonom dari Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet menilai, kecepatan dan ketepatan menjadi kunci penting dalam pelaksanaan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang digagas pemerintah.
"Kecepatan pelaksanaan penting, apalagi jika mengacu pada rencana pemerintah agar ekonomi di kuartal III bisa mulai terjadi pemulihan," kata Yusuf.
Lebih lanjut, Yusuf menilai, taring dari program PEN urung terlihat. Sebab, bila dilihat dari indikator makroekonomi seperti indeks penjualan riil, tingkat inflasi inti dan purchasing manufacturing index (PMI), maka belum ada bukti nyata.
"Ujian keberhasilan program PEN itu ada di kuartal ke III, jika kuartal III pemerintah berhasil tumbuh positif dan lepas dari jeratan resesi maka program PEN berjalan sesuai yang direncanakan pemerintah. Namun jika sebaliknya, maka pemerintah perlu melakukan evaluasi dari penyaluran PEN itu sendiri," jelasnya. (A-2)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia Airlangga Hartarto, menyampaikan keinginan Indonesia untuk menjadi bagian dari CPTPP
Airlangga Hartarto mengungkapkan anggaran untuk makan siang gratis bakal diimplementasikan bertahap. Dengan kata lain, pemerintah tak langsung mengguyur dana senilai Rp400 triliun.
Sebagai Ketua ASEAN, Indonesia tentu berkomitmen memfasilitasi dialog dan kerjasama antara negara-negara anggota ASEAN dalam berbagai isu penting
Dua negara Asia yang telah menjadi anggota OECD adalah Jepang dan Korea Selatan. Keduanya berhasil lolos dari status middle income trap.
Menuju Indonesia Emas atau tahun 2045, dibutuhkan fondasi kuat berupa manusia yang berkarakter dan berbudaya sehingga mampu membawa bangsa Indonesia bersaing.
Pawitandirogo ini merupakan bentuk sinergi yang konkret antar Pemerintah Daerah dan dengan para warganya yang menjadi tokoh atau pejabat di Pusat.
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved