Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal pekan tertekan meski neraca perdagangan Mei 2020 tercatat surplus.
IHSG Senin sore ditutup melemah 64,02 poin atau 1,31% ke posisi 4.816,34. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 12,26 poin atau 1,63 persen menjadi 739,86.
"IHSG tertekan turunnya indeks saham global, sementara data ekspor-impor yang negatif memperburuk sentimen pasar hari ini," kata analis Foster Asset Management Riki Adi Saputra di Jakarta, Senin (15/6).
Badan Pusat Statistik (BPS) melansir neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2020 mengalami surplus US$2,1 miliar, dengan nilai ekspor US$10,53 miliar dan impor US$8,44 miliar.
Kepala BPS Suhariyanto menilai surplus kali ini kurang menggembirakan karena ekspor turun dan impor turun lebih dalam.
Baca juga: Menkeu: Perubahan APBN Pemulihan Ekonomi Harus Cepat dan Tepat
Di sisi lain, saham empat bank milik negara yang berada di IHSG mengalami penurunan.
Pada pukul 13.52 WIB saham BBNI alami penurunan 200,00 poin atau 4,47% ke level 4.270,00. Sementara saham BMRI penurunan 160,00 poin atau 3,27% ke level 4.730,00.
Saham BBRI sendiri penurunan 100,00 poin atau 3,30% ke level 2.930,00. Dan BBTN penurunan 40,00 poin atau 3,56% ke level 1.085,00.
Pada penutupan IHSG hari ini sendiri keempat bank tersebut masih mengami penurunan. Pada pukul 15.14 WIB saham BBNI alami penurunan 270,00 poin atau 6,04% ke level 4.200,00.
Sementara saham BMRI penurunan 170,00 poin atau 3,48% ke level 4.720,00. BBRI sendiri penurunan 130,00 poin atau 4,29% ke level 2.900,00. Dan BBTN penurunan 65,00 poin atau 5,78% ke level 1.060,00.
Analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi menyebutkan investor masih berpandangan outlook sektor perbankan cukup negatif ditengah pemerintah menghujanin prekonomian dengan pelongaran kebijakan serta stimulus.
"Guna merangsang ekonomi bank Jangkar di buat guna merangsang UMKM untuk kembali produktif dengan pinjaman modal dari bank BUMN," kata Lanjar saat dihubungi, Senin (15/6).
"Tapi disisi lain tidak begitu menuntungkan dipihak perbankan," pungkasnya. (Ant/A-2)
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.549.194 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 35,99 miliar lembar saham senilai Rp20,06 triliun.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia masih bergerak fluktuatif pada sesi awal perdagangan Kamis, 5 Februari 2026.
IHSG hari ini Kamis 5 Februari 2026 dibuka menguat 20,63 poin (0,28%) ke level 7.316,21. Cek analisis pergerakan saham dan indeks LQ45 di sini.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) memanggil Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) untuk membahas rencana peningkatan porsi saham beredar (free float) 15%.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Rabu, 4 Februari 2026, diperkirakan bergerak konsolidatif.
IHSG hari ini Rabu 4 Februari 2026 dibuka menguat di zona hijau. Indeks sempat menyentuh level 8.193, didorong sentimen positif meski isu MSCI membayangi.
Neraca perdagangan Indonesia yang tetap mencatatkan surplus sepanjang 2025 mencerminkan daya tahan sektor eksternal.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total nilai impor Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai US$241,86 miliar, atau meningkat 2,83% dibandingkan tahun sebelumnya.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan barang Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 kembali mencatatkan surplus signifikan.
Fastrex hadir sebagai solusi atas sulitnya mobilisasi hasil panen di medan yang sering kali memiliki kontur tanah tidak rata.
Pemenuhan kebutuhan alutsista TNI dan Polri harus mengutamakan produksi dalam negeri, serta diperkuat oleh berbagai kebijakan turunan.
Pemerintah berjanji meninjau ulang kebijakan kuota impor daging sapi reguler pada Maret 2026, menyusul keberatan pelaku usaha swasta atas pemangkasan kuota yang dinilai terlalu drastis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved