Senin 15 Juni 2020, 16:33 WIB

IHSG Awal Pekan Ditutup Melemah

M. Iqbal Al Machmudi | Ekonomi
IHSG Awal Pekan Ditutup Melemah

ANTARA
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal pekan tertekan meski neraca perdagangan Mei 2020 tercatat surplus.

 

INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal pekan tertekan meski neraca perdagangan Mei 2020 tercatat surplus.

IHSG Senin sore ditutup melemah 64,02 poin atau 1,31% ke posisi 4.816,34. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 12,26 poin atau 1,63 persen menjadi 739,86.

"IHSG tertekan turunnya indeks saham global, sementara data ekspor-impor yang negatif memperburuk sentimen pasar hari ini," kata analis Foster Asset Management Riki Adi Saputra di Jakarta, Senin (15/6).

Badan Pusat Statistik (BPS) melansir neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2020 mengalami surplus US$2,1 miliar, dengan nilai ekspor US$10,53 miliar dan impor US$8,44 miliar.

Kepala BPS Suhariyanto menilai surplus kali ini kurang menggembirakan karena ekspor turun dan impor turun lebih dalam.

Baca juga: Menkeu: Perubahan APBN Pemulihan Ekonomi Harus Cepat dan Tepat

Di sisi lain, saham empat bank milik negara yang berada di IHSG mengalami penurunan.

Pada pukul 13.52 WIB saham BBNI alami penurunan 200,00 poin atau 4,47% ke level 4.270,00. Sementara saham BMRI penurunan 160,00 poin atau 3,27% ke level 4.730,00.

Saham BBRI sendiri penurunan 100,00 poin atau 3,30% ke level 2.930,00. Dan BBTN penurunan 40,00 poin atau 3,56% ke level 1.085,00.

Pada penutupan IHSG hari ini sendiri keempat bank tersebut masih mengami penurunan. Pada pukul 15.14 WIB saham BBNI alami penurunan 270,00 poin atau 6,04% ke level 4.200,00.

Sementara saham BMRI penurunan 170,00 poin atau 3,48% ke level 4.720,00. BBRI sendiri penurunan 130,00 poin atau 4,29% ke level 2.900,00. Dan BBTN penurunan 65,00 poin atau 5,78% ke level 1.060,00.

Analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi menyebutkan investor masih berpandangan outlook sektor perbankan cukup negatif ditengah pemerintah menghujanin prekonomian dengan pelongaran kebijakan serta stimulus.

"Guna merangsang ekonomi bank Jangkar di buat guna merangsang UMKM untuk kembali produktif dengan pinjaman modal dari bank BUMN," kata Lanjar saat dihubungi, Senin (15/6).

"Tapi disisi lain tidak begitu menuntungkan dipihak perbankan," pungkasnya. (Ant/A-2)

Baca Juga

Ist/Sariraya

Kerja Sama RI-Jepang, Peluang UMKM Kembangkan Bisnis ke Jepang

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 24 Januari 2021, 20:34 WIB
Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang Heri Akhmadi pelaku UMKM agar memanfaatkan peluang dari perjanjian perdagangan dan...
DOK BRI

Rangkul Fans MLBB, BRI Rilis BRIZZI Edisi Spesial Mobile Legend

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 24 Januari 2021, 18:38 WIB
Saat ini BRIZZI telah menjadi salah satu alat pembayaran atau e-wallet bagi banyak...
Antara

Februari, Daging Sapi Impor Masuk Indonesia

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Minggu 24 Januari 2021, 15:04 WIB
Kementan menyebutkan impor daging sapi bakalan akan datang pada Februari 2021. Upaya impor tersebut untuk menjaga stabilitas harga dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya