Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
JELANG memasuki fase new normal atau kenormalan baru korban pemutusan hubungan kerja (PHK) atau yang di rumahkan resah. Mereka kawatir tidak bisa kembali bekerja seperti sediakala, karena digantikan sistem digitalisasi.
Bagi Ekonom Institute for Development of Economics & Finance (Indef), Fadhil Hasan, kekhawatiran tersebut wajar karena perusahaan besar akan menerapkan fase kenormalan baru yang mengoptimalkan digitalisasi.
"Kenormalan baru ini kan physical distancing mungkin orang atau perusahaan besar menjalankan produksi mengandalakan otomatisasi pengunanan robot/digital meningkat sehingga tenaga manusia tidak banyak dibutuhkan," kata Fadhil ketika diskusi daring di akun Instagram Indef, Jumat (5/6).
Baca Juga: Bersepeda Massal di Solo Selama Wabah Covid Dilarang
Menurutnya peran dari wabah covid-19 yaitu mempercepat era digitalisasi yang sebelumnya telah menjadi tren dan kemudian dipercepat dengan adanya pandemi ini. "Ini yang akan akan datang sehingga mengkhawatirkan jika tenaga kerja kita tidak mengalami penyesuaian terkait kompetensi dirinya," ijar Fadhil.
Selain itu, pasca wabah covid dan era digitalisasi nanti akan terciptanya lapangan baru. Namun jenis dan bentuk pekerjaan baru tersebut masih menjadi misteri.
Dirinya juga menilai bahwa ketika memasuki fase kenormalan baru angka pengangguran akan berkurang secara lambat dan memerlukan waktu lambat untuk menyesuaikannya.
"Itu sukar, memasuki new normal tidak bisa secara cepat (angka pengangguran menurun) lambat dan memerlukan waktu lama pengangguran tetap tinggi di fase new normal," ungkapnya.
Upaya yang bisa dilakukan pemerintah agar tenaga kerja tetap relevan bermafaat dan diperlukan kegiatan ekonomi di kenormalan baru. Mempersiapkan tenaga kerja untuk memiliki potensi.
"Bagaimana tenaga kerja memiliki kompetensi yang fleksibel yang siap untuk kebutuhan ekonomi kedepan, ini bisa diperoleh kalau ada proses learning pelatihan yang berkesinambungan," pungkasnya. (OL-13)
Baca Juga: Menperin Minta Perusahaan Jadikan PHK Pilihan Terakhir
13 petugas damkar itu juga belum menerima gaji mereka pada Desember 2025
SEPANJANG tahun 2025, Provinsi Jawa Barat (Jabar) menjadi provinsi tertinggi di Indonesia pada angka Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan.
Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (Core) Mohammad Faisal mengungkapkan lonjakan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada 2025 banyak terjadi pada industri padat karya.
Kebijakan yang terlalu ketat, tumpang tindih, atau tidak proporsional dinilai menjadi pemicu meningkatnya risiko pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor padat karya,
"Tahapan-tahapan itu, sebenarnya dari 1.067 kami mau efisienkan menjadi sekitar 250-an (perusahaan), dengan catatan tidak boleh ada lay-off begitu."
HP Inc berencana memangkas hingga 6.000 karyawan secara global hingga 2028 sebagai bagian dari efisiensi dan percepatan adopsi AI.
Klinik gigi Smileworks di Kelapa Gading mengutamakan pemeriksaan komprehensif, edukasi pasien, dan teknologi kedokteran gigi berstandar internasional.
Masa depan akademik mahasiswa bergantung pada sejauh mana mereka mampu beradaptasi dengan teknologi tanpa kehilangan jati diri sebagai pembelajar yang kritis dan fokus.
Teknologi digital kian memainkan peran strategis dalam memperkuat daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ritel mikro di Indonesia.
Pemerintah Kabupaten Jepara memperkuat program UMKM Naik KelasĀ untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis rakyat.
PERKEMBANGAN teknologi digital telah mengubah cara kita menjalani kehidupan sehari-hari: bekerja, belajar, bersosialisasi, hingga berlibur kini sering dilakukan di depan layar.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI siap menggelar Konferensi Zakat Internasional ke-9 atau The 9th International Conference on Zakat (Iconz) 2025 yang berlangsung pada 9-11 Desember
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved