Rabu 20 Mei 2020, 09:58 WIB

Sektor Konstruksi Ingin Regulasi Pulihkan dari Dampak Covid-19

Antara | Ekonomi
 Sektor Konstruksi Ingin Regulasi Pulihkan dari Dampak Covid-19

Antara/HO/Istimewa
Sektor konstruksi berharap keberpihakan regulasi di tengah pandemi.

 

ASOSIASI Roll Former Indonesia (ARFI) mengharapkan keberpihakan regulasi yang mendukung sektor konstruksi di Tanah Air agar bisa segera pulih dari dampak pandemi Covid-19.

Ketua ARFI, Stephanus Koeswandi, dalam keterangannya, mengatakan guna meningkatkan kemampuan usaha di sektor industri baja ringan ini, pihaknya berharap pemerintah merevisi beberapa peraturan konstruksi.

“Khususnya untuk pembangunan Rumah Sehat Sederhana yang dinilai menghambat inovasi penggunaan baja ringan,” kata Stephanus kepada Antara, Rabu (20/5).

Salah satu peraturan itu tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor: 403/KPTS/M/2002. Pada Pasal 4 yang berisi tentang Ketentuan Rumah Sederhana Sehat Pasal 3 yang mengatur tentang kerangka bangunan disyaratkan bahwa rangka dinding pada rumah harus dibuat minimal dari kayu atau struktur beton bertulang.

Kemudian di bab yang sama juga disebutkan, Rumah Sederhana Sehat harus menggunakan atap pelana dengan kuda-kuda kerangka kayu dengan kelas kuat dan awet II berukuran 5/10 dan yang banyak beredar di pasaran dengan ukuran sepadan.

Stephanus Koeswandi menilai, dengan teknologi baru yang ada pada saat ini, struktur bangunan bisa dibuat dari material beton pracetak, dan baja solid maupun baja ringan dengan spesifikasi yang menyerupai bahkan melebihi spesifikasi yang telah ditentukan beberapa tahun silam itu.

Untuk kuda-kuda baja ringan kata dia, memiliki kelebihan tambahan. Selain cepat dalam pemasangan serta presisi, kuda-kuda baja baja ringan juga tidak membebani struktur rumah sehingga dampak buruk akibat bencana alam seperti gempa bumi bisa diminimalkan.

“Dengan pemanfaatan perkembangan teknologi ini, khususnya yang menggunakan baja ringan, tentunya bisa menghemat waktu, biaya pembangunan, aman, serta lebih ramah lingkungan karena penggunaan kayu bisa diminimalisir,” katanya.

Menurut dia, kelebihan khusus penggunaan baja ringan lainnya juga terletak pada segi keamanan. Pasalnya rumah dengan konstruksi baja ringan juga merupakan rumah tahan gempa, karena sistem ”interlocking” di baja ringan memastikan antarsambungan saling mengikat.

“Sehingga aman ketika gempa terjadi. Selain itu, dengan pemanfaatan teknologi baja ringan ini, masalah kebutuhan rakyat akan rumah layak huni yang terus meningkat juga dapat teratasi,” kata Stephanus.

Seperti diketahui, di beberapa wilayah di Indonesia, kebutuhan Rumah Sederhana Sehat yang dikhususkan untuk masyarakat berpenghasilan rendah masih belum seimbang dengan pasokannya.

Berdasarkan data Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Provinsi Jawa Tengah, misalnya, saat ini masih ada 720.000 backlog (timbunan yang belum dikerjakan) dari sisi kepemilikan dan 530.000 backlog dari sisi kepenghunian. Jumlah itu tersebar di sejumlah kabupaten/kota di Jawa Tengah.

“Penggunaan baja ringan, khususnya yang sudah mengantongi Standar Nasional Indonesia (SNI) sebenarnya masih bisa ditingkatkan lagi. Dengan dipasang oleh tukang bersertifikat keahlian, keamanannya pun jadi lebih terjamin. Dengan begitu, banyak hal positif yang bisa diraih dengan meningkatkan penggunaannya sehingga roda ekonomi dapat kembali berputar,” kata Stephanus. (Antara/OL-09)

Baca Juga

Ist/Kementerian BUMN

Menteri BUMN Erick Thohir Tinjau Progres Pemugaran Gedung Sarinah

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 17 Januari 2021, 10:42 WIB
Dirut PT Sarinah Fetty Kwartati mengatakan bahwa Sarinah sebagai gedung dengan predikat cagar budaya juga memiliki sebuah karya seni rupa...
Dok: PUPR

PUPR Rampungkan Empat Venue PON XX Papua 2021

👤Insi Nantika Jelita 🕔Minggu 17 Januari 2021, 09:37 WIB
Keempat venue yang sudah rampung yakni Venue Area Aquatic, Venue Istora Papua Bangkit dan Venue Arena Cricket dan Hockey Indoor dan...
ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi

Sandiaga Pastikan Mandalika Layak Jadi Venue Wisata Olahraga

👤Insi Nantika Jelita 🕔Minggu 17 Januari 2021, 09:21 WIB
Sandiaga menyebut kawasan mandalika layak menjadi venue wisata...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya