Headline

Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.

Jadi Sumber Pembiayaan Utama, Pandemic Bond Ditargetkan Rp449,9 T

M. Ilham Ramadhan Avisena
06/4/2020 18:45
Jadi Sumber Pembiayaan Utama, Pandemic Bond Ditargetkan Rp449,9 T
Menteri Keuangan Sri Mulyani(FOTO ANTARA/Puspa Perwitasari)

MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati menuturkan, Surat Berharga Negara (SBN) dengan label pandemic bond ditargetkan akan mencapai nilai Rp449,9 triliun. Nantinya itu akan menjadi salah satu sumber pembiayaan pelebaran defisit yang mencapai Rp853 triliun di 2020.

"Saya dan Gubernur Bank Indonesia (BI) masih dalam proses pembuatan mekanisme agar pembelian SBN oleh BI. Apabila itu dilakukan, tentu kami akan tetap mengikuti rambu-rambu yang pruden dengan sharing risk dan sharing cost yang dapat dipertanggungjawabkan," ujar Sri Mulyani dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR, Senin (6/4).

Diketahui BI diperkenankan untuk membeli SBN itu di pasar perdana sehingga bank sentral dapat membantu pembiayaan defisit fiskal pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020. Itu dilandasi oleh Perppu 1/2020 yang dikeluarkan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.

Baca juga: Gara-gara Covid-19, Pemberian THR dan Gaji Ke-13 PNS Dikaji Ulang

Dari Perppu itu pula, Menteri Keuangan dan Gubernur BI diminta untuk menyusun skema lebih lanjut terkait pembelian SBN oleh BI di pasar perdana.

Ani, sapaan karib Sri Mulyani mengatakan, tentunya pemerintah dan BI akan transparan dalam penyusunan mekanisme tersebut. Untuk memastikan agar kebijakan itu tetap kredibel, maka DPR, BPK dan pihak-pihak terkait akan mendapatkan perkembangan informasi tersebut.

Di kesempatan yang sama, Gubernur BI Perry Warjiyo menuturkan, pembelian SBN di pasar perdana akan dilakukan bila kondisi pasar saham tidak lagi meyerap tingkat penerbitan yang besar. Ia juga memastikan kebijakan itu bukan merupakan bailout.

"Ini bukan bailout, saya tegaskan tidak ada bailout. Kaidah tata kelola tetap kita pegang dan kalau memang perlu dilakukan, nanti akan dibahas bersama KSSK," pungkas Perry. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya