Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
KOPERASI dapat menjadi tulang punggung ekonomi nasional bila dikelola secara profesional, modern dan terus melakukan inovasi. Untuk itu, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki menargetkan koperasi menjadi model bisnis pilihan yang menguntungkan khususnya bagi anak muda.
Hal itu disampaikan oleh Teten saat membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2019 Kospin Jasa di Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu (14/3).
Menurutnya capaian kinerja Kospin Jasa yang terus mengalami pertumbuhan merupakan contoh model koperasi yang dikelola secara profesional, mampu menerapkan manajamen modern, inovatif, dan berusaha memasuki era baru di era digital.
Kospin Jasa juga menjalankan fungsinya sebagai koperasi yang menghubungkan antar kegiatan usaha sehingga terjadi pergerakan ekonomi yang semakin besar.
"Melihat pengalaman Kospin Jasa, koperasi bisa menjadi tulang punggung ekonomi nasional," ungkap Teten dilansir dari keterangan resmi, Sabtu (14/3).
Baca juga : Menkop dan UKM Apresiasi Inisiasi Gerakan Relawan Kembangkan KUKM
Namun, ia mengakui tantangan koperasi khususnya Koperasi Simpan Pinjam tidak mudah karena di luar koperasi tumbuh lembaga keuangan yang modern dengan layanan mudah dan cepat.
Karena itu, diharapkan koperasi terus melakukan inovasi, modernisasi manajemen dan mengadopsi teknologi untuk memberi kemudahan bagi anggotanya.
Tantangan lainnya, koperasi belum menjadi model bisnis pilihan di masyarakat khususnya anak muda yang menguntungkan dan memberikan kesejahteraan bersama.
"Ini yang sekarang yang sedang kita jalankan rebranding koperasi di kalangan anak muda," lanjutnya.
Teten mengungkapkan, Kemenkop UKM bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tengah merancang program koperasi masuk kampus. Diharapkan program ini segera dapat dijalankan agar koperasi tidak semakin tertinggal dan semakin mengecil.
"Kita berkepentingan mendorong koperasi semakin berkembang untuk menciptakan jumlah wirausaha yang lebih banyak," tegas Teten.
Pemerintah, lanjutnya, sedang menyusun regulasi yang memberikan kemudahan dalam berkoperasi melalui Omnibus Law. Perizinan koperasi akan lebih mudah dan koperasi dapat berbisnis di semua sektor termasuk mengerjakan proyek infrastruktur.
Sementara itu, Ketua Umum Kospin Jasa Andi Arslan Djunaid mengatakan, capaian kinerja Kospin Jasa pada Tahun Buku 2019 menunjukkan pertumbuhan positif meski banyak tantangan yang dihadapi sepanjang tahun.
Pada 2019, berlangsung perhelatan politik nasional Pemilu, perang dagang antara Tiongkok dan AS serta berbagai bencana yang terjadi di tanah air yang semuanya berdampak terhadap kondisi perekonomian nasional.
Baca juga : Menteri Koperasi dan UKM Dorong Aplikasi Koperasi Simpan Pinjam
Ia memaparkan capaian kinerja Kospin Jasa di sektor konvensional pada 2019, yakni aset tumbuh 15,93% menjadi Rp7,8 triliun, tabungan atau simpanan tumbuh 18,03% menjadi Rp5,5 triliun dan pinjaman naik 25,36% menjadi Rp4,9 triliun.
Adapun total aset Konvensional dan Syariah Kospin Jasa mencapai Rp9,6 triliun.
"Pertumbuhan Kospin Jasa secara persentase lebih baik dibandingkan industri keuangan dan perbankan. Dampaknya ke anggota adalah pemberian SHU yang lebih baik," tambah Andi.
Pada tahun buku 2019, Kospin Jasa juga mencatatkan Jasa Pinjaman sebesar 17,3% dan Jasa Simpanan 14,6%. Dibandingkan deposito di bank, Kospin Jasa mampu meraih dua kali lipat lebih tinggi.
Andi menegaskan keberadaan koperasi memang harus memberi manfaat bagi anggota dan masyarakat. Koperasi hadir untuk memberi kesejahteraan bersama, sebagai silaturahmi dan menjalin usaha bersama. (OL-7)
Plt Deputi III Kepala Staf Kepresidenan Syska Hutagalung mengungkapkan inisiatif ini dinilai sejalan dengan arah pembangunan ekonomi digital dan penguatan koperasi.
KPK mendalami dugaan aliran uang yang terafiliasi Bupati nonaktif Pati Sudewo melalui koperasi. Sejumlah saksi telah diperiksa penyidik di Gedung Merah Putih.
MENYIMAK paparan dari salah satu gerai waralaba yang populer di Indonesia saat ini sungguh menarik.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono memastikan bahwa Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih menjadi ekosistem ekonomi yang baru.
NASARI Digital (Nadi) menerapkan standar internasional pengelolaan keamanan informasi, seiring meningkatnya kebutuhan perlindungan data pada layanan koperasi dan UMKM berbasis digital.
ASOSIASI Koperasi Desa dan Kelurahan (Kopdes/kel) Merah Putih Seluruh Indonesia resmi dideklarasikan. Deklarasi ini menjadi tonggak penting penyatuan gerakan koperasi desa dan kelurahan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved