Selasa 25 Februari 2020, 17:40 WIB

Menkop dan UKM Apresiasi Inisiasi Gerakan Relawan Kembangkan KUKM

Raja Suhud | Ekonomi
Menkop dan UKM Apresiasi Inisiasi Gerakan Relawan Kembangkan KUKM

Ist/Kemenkop UKM
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki (tengah) bersama Gerakan Relawan Membangun Platform Ekosistem Koperasi Keren dan UMKM Naik Kelas.

 

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyatakan sangat menghargai semangat masyarakat Sleman, Yogyakarta mendukung perkembangan koperasi dan UMKM.

Masyarakat Sleman membangun inisiatif untuk membuat gerakan dengan membentuk ekosistem koperasi modern dan keren sekaligus mencapai UMKM naik kelas.

Menurut Menkop dan UKM, gerakan UMKM ada dan berkembang di tengah masyarakat. Oleh karenanya gerakan masyarakat semacam ini harus terus digulirkan dan diberikan tempat.

"Gerakan ini merupakan partner bagi pemerintah," kata Teten, dalam acara "Urun Rembuk, Inisiasi Gerakan Relawan Untuk Membangun Platform Ekosistem Koperasi Keren dan UMKM Naik Kelas" yang diinisiasi oleh Indonesia Creative Cities Network  (ICCN) bersama Jogja Creative Society (JCS) dan Sleman Creative Community (SCC) di Sleman Creative Space, Senin (24/2) malam.

Acara juga dihadiri Staf Khusus Presiden Putri Tanjung, Bupati Sleman Sri Purnomo, Ketua JCS Greg Wuryanto, Koordinator Komunitas Bandung Digital Meetup Wientor Rah Mada, dan Staf Khusus Menkop dan UKM Fiki Satari. Diskusi dimoderasi oleh Arief Budiman, Sekjen ICCN.

"Kami punya program UMKM naik kelas. Konkretnya, di tiap daerah ada berapa UMKM yang bisa naik kelas dan ini yang harus didorong," ujar Teten.

Salah satu strategi UMKM naik kelas dengan melakukan konsolidasi terhadap usaha berskala kecil. Ia mencontohkan, konsolidasi petani di sektor pertanian. Lahan-lahan sempit milik petani dikonsolidasikan supaya bisnisnya semakin besar.

Begitu juga terhadap brand akan turut dikonsolidasikan. Brand yang terlalu banyak untuk  berebut pasar itu tidak baik. Lebih baik brand sedikit tapi size-nya besar.

Menurut Teten, pertumbuhan UMKM juga harus didukung oleh para pakar di bidangnya. Misalnya di Jepang, UMKM berkembang pesat karena melibatkan 4.000 pakar.  

Sementara itu, Kemenkop dan UKM memiliki SMESCO yang dapat menjadi tempat berlatih bagi para UMKM.  

"Kemenkop dan UKM punya SMESCO. Tempat tersebut tidak hanya untuk pameran, tetapi bisa dimanfaatkan sebagai tempat untuk konsultasi bagi pelaku usaha," tuturnya.

Fiki Satari menyatakan,  gerakan relawan merupakan inisiatif yang dahsyat dari masyarakat. Ia yakin keseriusan masyarakat Yogyakarta pada umumnya dan Sleman khususnya punya kreativitas dan kemauan keras. "Inisiatif ini akan kami dorong secara nasional," tuturnya.

Staf Khusus Presiden Putri Tanjung menyampaikan keterlibatan masyarakat mendukung koperasi dan UKM sangat perlu untuk mempercepat tujuan yang hendak dicapai. Terlebih lagi orang-orang muda melalui komunitas yang semakin banyak terlibat akan menumbuhkan kreativitas dan berbagai peluang untuk bergerak bersama.

“Pemerintah, masyarakat khususnya orang-orang muda bergerak bersama akan semakin mempercepat tumbuhnya  pelaku-pelaku koperasi dan UMKM yang berdaya saing,” kata Putri. (E-1)

 

Baca Juga

Dok/PUPR

Hadang Dampak Covid-19,PUPR Percepat Program Padat Karya Tunai

👤Suryani Wandari Putri Pertiwi 🕔Rabu 08 April 2020, 11:55 WIB
Ini penting untuk menjaga daya beli dan memberikan pekerjaan bagi masyarakat di tengah pandemi Covid-19 yang telah memukul banyak...
MI/Rommy Pujianto

DPR Minta Kasus Gagal Bayar Koperasi Indosurya Segara Ditangani

👤Despian Nurhidayat 🕔Rabu 08 April 2020, 11:30 WIB
Jangan sampai dana nasabah tersebur menguap dan orang-orang yang bertanggung jawab melarikan...
Dok MI

Meski PSBB Diberlakukan, BI Tetap Beroperasi

👤Despian Nurhidayat 🕔Rabu 08 April 2020, 10:58 WIB
Bank Indonesia (BI) sebagai bank sentral Republik Indonesia, mendukung sepenuhnya keputusan Pemerintah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya