Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
MENGANTISIPASI penyebaran Covid-19 (virus korona tipe baru), Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) mempercepat penutupan Asian Agriculture and Food Forum (ASAFF) 2020.
"Keputusan ini merupakan tindaklanjut dan merujuk pada Keputusan Presiden Nomor 7 Tahun 2020 yang diterbitkan tanggal 13 Maret 2020," ujar Ketua Umum HKTI Jenderal (Purn) Moeldoko melalui keterangan resminya, Sabtu (14/3).
HKTI, lanjutnya, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh peserta, pengunjung dan sponsor ASAFF 2020 atas keputusan tersebut.
Sebagai informasi, ASAFF 2020 diselenggarakan sebagai forum pertemuan stakeholders pertanian untuk membahas isu-isu strategis pertanian di kawasan Asia dan membangun kerja sama government to govverment (G2G) dan business to businrss (B2B). Pembahasan itu meliputi kebijakan pertanian, budidaya pertanian, teknologi pertanian, dan bisnis sektor pertanian.
Melalui forum ASAFF, Indonesia juga ingin mengembalikan kejayaan rempah nasional dan buah-buah tropikal Nusantara. Sejak dulu Indonesia dikenal dengan kekayaan rempahnya di dunia, namun potensi rempah tersebut belum dikembangkan secara strategis menjadi salah satu kekuatan ekonomi pertaniaan nasional yang dapat merajai pasar dunia, khususnya Asia.
Moeldoko mengatakan, HKTI sebagai mitra pemerintah siap mendukung program pembangunan kemandirian pangan untuk memenuhi kebutuhan nasional dan juga berkontribusi dalam ketahanan pangan Asia.
Sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi terbesar ketiga di dunia, Indonesia harus menjadikan sektor pertanian dengan core economy yang dapat memacu pertumbuhan ekonomi nasional dan kawasan, mengentaskan kemiskinan dan mengurangi kesenjangan, dan meningkatkan kesejahteraan penduduk.
"ASAFF 2020 berusaha mengurai permasalahan-permasalahan dan isu-isu strategis tersebut, khususnya terkait dengan sektor pertanian dan ketahanan pangan di kawasan Asia. Melalui event pameran, Forum Agrobisnis, temu bisnis, talkshow, dan lain-lain diharapkan terjadi jalinan kerjasama antar negara dan antar bisnis di kawasan Asia," pungkas Moeldoko.
Gelaran tersebut berlangsung sejak Kamis (12/3) di Jakarta Convention Center (JCC). Sedianya acara penutupan akan dilakukan pada Sabtu (14/3) siang, namun dipercepat menjadi pagi hari. (Mir/OL-09)
SERANGAN organisme pengganggu tanaman (OPT) atau hama tikus yang semakin masif di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, memaksa para petani mengambil langkah ekstrem.
Studi terbaru mengungkap masa depan budidaya alpukat di India. Meski permintaan tinggi, perubahan iklim dan emisi karbon mengancam keberlanjutan panen.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney bertemu Presiden Xi Jinping di Beijing. Kunjungan pertama dalam 8 tahun ini menjadi titik balik hubungan kedua negara.
Kalau kita kelompokkan petani pangan, persentase petani yang di atas 55 tahun jauh lebih besar.
Menlu RI Sugiono menegaskan komitmen Indonesia-Turki memperkuat kerja sama industri, produk halal, dan pertanian saat bertemu Presiden Erdogan di Istanbul.
Di sektor pertanian, penerapan pertanian organik dan sistem pertanian yang berkelanjutan menjadi pilihan utama.
SERANGAN organisme pengganggu tanaman (OPT) atau hama tikus yang semakin masif di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, memaksa para petani mengambil langkah ekstrem.
Mak Comblang Project, sebuah inisiatif yang bertujuan mempertemukan langsung petani dengan dapur MBG.
Kehadiran personel TNI dan dukungan pemerintah provinsi memberikan suntikan semangat baru bagi petani serta pemerintah daerah, terutama di tengah tantangan keterbatasan fiskal.
Kementan memulai tahap rehabilitasi lahan sawah pascabencana di sejumlah wilayah Sumatra.
KENAIKAN Nilai Tukar Petani (NTP) periode 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) dinilai tidak langsung cerminkan petani semakin sejahtera.
Pupuk bersubsidi kini lebih murah dan mudah ditebus. HET turun 20%, petani Garut sudah bisa tebus pupuk sejak awal 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved