Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
MARAKNYA platform teknologi finansial (fontech) yang menawarkan pinjaman tidak serta-merta menurunkan kinerja perusahaan pembiayaan tradisional yang fokus pada kredit modal kerja dan kredit multiguna.
Hal itu setidaknya ditunjukkan PT. Smart Finance yang kredit modal kerja dan kredit multigunanya pada 2019 masih tumbuh di kisaran 7%, terutama untuk plafon diatas Rp20 juta.
"Sampai saat ini, fintech belum bisa menyentuh pembiayaan segmen konsumer dengan flafon pembiayaan di atas Rp100 jutaan. Mereka, umumnya bermain di segmen ritel dengan nilai kredit di bawah Rp20 jutaan,” tambah Nani Susanti, Finance & Accounting Director PT. Smart Finance dalam keterangan tertulisnya.
Optimisme untuk terus tumbuh juga terlihat dari dikucurkannya kredit modal kerja dari BNI dan Bank Sahabat Samporna pada Smart Finance senilai total Rp225 miliar medio Maret ini. kredit tersebut diberikan dengan tenor empat tahun dan dapat dicairkan dalam waktu 12 bulan.
Kucuran kredit itu melengkapi kucuran dana dari BRI sebesar Rp100 miliar pada Januari silam. Business Director PT. Smart Finance Jackson Lim mengatakan, kucuran dana dari tiga bank tersebut akan difokuskan untuk pemenuhan kebutuhan pembiayaan modal kerja segmen Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta kredit multi guna.
Beberapa wilayah sasaran ialah Papua, Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan. Selain itu juga difokuskan pada wilayah
Indonesia timur, seperti Papua, Sorong, Irian Jaya, Sulawesi, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Kalimantan. Selain itu, Lampung, Jambi, Riau, Jawa Timur, serta DKI Jakarta.
Baca juga : Danamon Kerja Sama dengan Investree dalam Penyaluran Kredit Usaha
Jackson optimistis dana sebesar itu akan terserap habis untuk memenuhi berbagai kebutuhan modal kerja maupun multiguna. Sebab, potensi pembiayaan khususnya sektor UMKM di sana terbilang masih cukup tinggi.
“Untuk memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat seperti kepemilikan rumah, pernikahan, sekolah, serta konsumtif lainnya, kami menawarkan produk unggulan kredit multi guna, yaitu Multi Purpose Finance dengan agunan BPKB mobil dan motor,” paparnya.
Meski demikian, di tahun ini perseroan hanya memasang target peningkatan pembiayaan pada angka konservatif sebesar 7% atau sebesar Rp800 miliar. Mengingat, banyak tantangan yang memicu perlambatan ekonomi termasuk isu terbaru, kian massifnya penyebaran virus korona di tanah air.
Selain kredit modal kerja dan multi guna, selama ini PT. Smart Finance fokus pada pembiayaan otomotif roda empat maupun dua. Adapun komposisinya, sebesar 75% roda empat dan 25% roda dua.
“Kita tidak akan terlalu ekspansif dengan membuka kantor cabang atau produk baru, hanya fokus di bisnis yang sudah ada, yaitu pembiayaan modal kerja dan multi guna dengan agunan BPKB mobil dan motor,” pungkas Jackson. (RO/OL-7)
PERTUMBUHAN kredit industri fintech peer-to-peer (P2P) lending atau pinjaman daring (pindar) pada 2026 berada di level dua digit.
Per Desember 2025, kredit perbankan tumbuh sebesar 9,63% secara tahunan (yoy) ditopang penyaluran kredit investasi yang tinggi.
Kebutuhan masyarakat terhadap akses kredit digital yang cepat, mudah, dan terjangkau terus meningkat, terutama di luar kota-kota besar.
Keterbatasan akses pembiayaan masih menjadi persoalan besar bagi pelaku usaha di Indonesia, khususnya UMKM dan generasi muda.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, daya beli masyarakat kelas menengah masih membutuhkan dukungan kebijakan.
Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) Hery Gunardi mengungkapkan fasilitas pinjaman perbankan yang belum ditarik atau undisbursed loan masih cukup tinggi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved