Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
Laporan dari Lembaga Pemeringkat Moody's yang menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dari 4,9% menjadi 4,8% menjadi sinyal beratnya perekonomian ke depan.
Direktur Eksekutif Intstitute for Development of Economic and Finance (Indef) Tauhid Ahmad menuturkan, laporan dari lembaga pemeringkat indepen itu menjadi salah satu konfirmasi akan prediksi bahwa ekonomi Indonesia di 2020 akan memburuk.
"Saya kira respon lembaga internasional kepada kita menunjukkan bahwa ekonomi kita di 2020 akan semakin buruk dari perkiraan semula. Lembaga independen internasional saja sudah ragu kita bisa tumbuh di atas 5,0%," kata Tauhid saat dihubungi, Minggu (8/3).
Tauhid menilai, revisi pertumbuhan ekonomi Indonesia merupakan buah dari efek lanjutan perang dagang antara Amerika Serikat dengan Tiongkok. Ditambah lagi merebaknya virus Korona yang dampaknya menjalar ke beberapa sektor perekonomian.
Setidaknya, kata Tauhid, 4 sektor perekonomian Indonesia seperti pariwisata, industri, perdagangan dan keuangan terdampak dari merebaknya virus korona. Di pariwisata misalnya, dalam skala domestik telah terjadi penurunan hingga 1,5 juta orang wisatawan.
"Sekarang yang rerata 6,5 juta penumpang per bulan, mungkin sekarang 5 jutaan. Itu turun drastis, ini menurut saya implikasi yang menunjukkan bahwa di dalam negeri orang sudah mulai menghindari perjalanan domestik," jelas Tauhid.
Merosotnya sektor pariwisata berimbas pada sektor penunjang lainnya seperti hotel, restoran, usaha makanan dan minuman serta transportasi. Sementara pada sektor industri, karena impor bahan baku hampir 27,5% diimpor dari Tiongkok, maka dampaknya amat terasa.
"Otomatis akan ada keterlambatan pasokan bahan baku industri. Sehingga industri akan delay, agak lama untuk beberapa produksi untuk industri yang melakukan impor dari Tiongkok, misalnya, kimia, tekstil, baja. Termasuk nikel juga tehambat karena kan ekspor nikel kita ke Tiongkok turun dan mereka tidak bisa berproduksi," urai Tauhid.
Tauhid sependapat dengan laporan Moody's yang menyebutkan dampak virus Korona akan mengubah pola konsumsi masyarakat. Menurutnya, konsumsi non pangan akan mulai melemah karena kekhawatiran penyebaran virus korona tersebut.
Akan tetapi Tauhid tak sependapat dengan laporan Moody's yang menyebutkan, virus korona meningkatkan risiko resesi global. Untuk Indonesia, kata Tauhid, masih terlalu dini untuk dikategorikan mengalami resesi.
"Kalau resesi itu biasanya kalau pertumbuhan ekonomi kita mendekati di bawah 4,5%. Itu sudah hampir. Tapi memang yang bahaya adalah kalau Indonesia tidak bisa menyelesaikan virus ini dalam waktu yang relatif cepat. Kalau misalnya masih bertambah besar, dan memakan korban lebih banyak, kemungkinan berkurangnya pertumbuhan ekonomi kita bisa lebih banyak," pungkasnya. (E-1)
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Batam mengonfirmasi bahwa telah terdapat 9 kasus baru terpapar Covid-19 di kota tersebut,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved