Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
GENERASI milenial yang dibekali dengan kemajuan teknologi kini sudah mulai mengubah banyak lanskap bisnis konvensional. Salah satunya dari sisi transportasi dengan makin diminatinya ojek daring di masyarakat..
Pakar Pemasaran Yuswohady mengatakan, ojek daring bahkan sudah menjadi aplikasi super dengan menyediakan banyak layanan, bukan lagi hanya soal antar-jemput penumpang lewat pemesanan melalui aplikasi.
Dia memprediksi pada 2034, dapur akan hilang karena layanan ojek daring. Bila sekarang satu rumah terdapat satu dapur, maka pada tahun 2034 hanya ada satu dapur untuk 1.000 orang.
“Beberapa merk kamera DSLR juga dibunuh milenial karena millenial lebih suka kamera smartphone. Kenapa coffee shop rame karena millenial kerjanya di cafe," ujarnya saat jadi pembicara kunci di Kagama Inkubasi Bisnis VIII di Lampung, akhir pekan lalu.
Lanskap bisnis, lanjut pendiri perushaan kosnultan Inventure itu, akan semakin berubah dan dikuasai permintaan dari milenial dalam lima tahun ke depan. Hal itu menjadi tantangan tersendiri dalam pengembangan usaha mikro kecil dan menengah.
Baca juga : Kaesang Ajak UMKM Pamerkan Produk di Hebat Urban Community
Milenial yang menekankan pada pengalaman pengguna dan lebih senang mengaplikasikan ekonomi berbagi (sharing) harus dihadapi oleh UMKM dnegan memperkuat brand atau merek.
Hal itu terbukti dari digemarinya sejumlah merek oleh generasi milenial, padahal produk yang dijual tak jauh berbeda dengan penyedia produk lainnya.
"Kenapa kafe X ramai diserbu milenial padahal cuma jualan mie instan, karena yang dijual bukan hanya mie instan, tetapi kenyamanan, bisa bekerja bisa internetan gratis," ujarnya.
Di era digitalisasi teknologi, kata Yuswohady, UMKM perlu membangun kekuatan brand untuk memanfaatkan pasar potensial yang ada. Kekuatan brand atas sebuah produk usaha penting sebab saat ini telah ada perubahan konsumsi di masyarakat.
Apalagi di kalangan generasi milenial pergeseran konsumsi masyarakat sangat terasa. Dahulu pola konsumsi berdasarkan komoditas saat ini sudah beralih di era digital yang sangat cepat.
"Dahulu pola konsumsi berdasarkan komoditas saat ini beralih menjadi konsumsi atas sebuah pengalaman, dan kenyamanan contohnya seperti menonton konser, berwisata, perlu kejelian dan perumusan yang baik oleh pelaku UMKM guna memanfaatkan pasar potensial tersebut," tandasnya.
Yuswohady mengimbau agar pelaku usaha harus melek teknologi, serta perumusan yang baik oleh pelaku UMKM guna memanfaatkan potensi pasar.
Baca juga : Pengusaha Milenial Pertanian Tingkatkan Ekonomi Nasional
Ini bisa dilakukan dengan memetakan beberapa hal yaitu dengan menentukan target pasar, posisi pasar, dan kebutuhan konsumen. Melalui pemetaan tersebut UMKM dapat menentukan harga dengan tepat sesuai dengan target pasar.
Selain itu, juga perlu melakukan branding pelayanan atas usaha. Sebab konsumen pada masa kini peduli akan pengalaman yang nyaman. UMKM penting membangun kekuatan brand guna memaksimalkan keuntungan.
"Dengan membangun kekuatan branding diharapkan UMKM dapat naik kelas dengan memanfaatkan kemudahan atas adanya perkembangan teknologi," tuturnya.
Yuswohady pun mendorong agar pelaku UMKM memanfaatkan media sosial sesuai target pasar yang dibidik.
"Misal kalau pasarnya kaum milenial pakailah instagram. Untuk generasi yang lebih tua pakelah Facebook atau gunakan kombinasi keduanya," pungkasnya. (RO/OL-7)
100 mahasiswa lintas program studi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Cikarang bakal diterjunkan ke 38 desa pada pertengahan 2026 untuk mengikuti program BSI Explore 2026.
Ibu Irma, nasabah PNM Mekaar di Ciparay, membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk produktif.
Program revitalisasi sekolah tak hanya memperbaiki bangunan, tetapi juga menyerap 238 ribu tenaga kerja dan menggerakkan 58 ribu UMKM di daerah.
PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus memperkuat ekosistem industri halal di wilayah tersebut guna meningkatkan daya saing global industri dan UMKM.
PENELITI Indef mengatakan, kebijakan work from home (WFH) berpotensi membantu efisiensi anggaran pemerintah dan perusahaan, tetapi berisiko menghambat perekonomian.
SEKRETARIAT Wakil Presiden (Setwapres) mendorong adanya standarisasi indikator "naik kelas" bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya yang dikelola oleh perempuan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved