Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
Dampak negatif akibat virus Korona memukul kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia.
Kemarin, indeks turun tajam ke 2,63% ke level 5.539,38 poin. Dengan demikian, IHSG dikatakan sudah melemah sebesar 12,07% secara year to date (ytd).
Direktur Utama BEI (Bursa Efek Indonesia) Inarno Jayadi mengungkapkan ada ketakutan atau kepanikan dari pasar atas fenomena virus korona.
"Kalau saya lihat dampak korona itu cukup besar. Memang ini merupakan kepanikan dunia terhadap virus tersebut. Ternyata memang yang baru mulai itu ada di Italia dan Iran yah. Korea Selatan juga banyak yang jadi korban," ungkap Inarno kepada Media Indonesia, Kamis (27/2).
Lebih lanjut, Inarno mengatakan bahwa saat ini korban dari virus korona sudah merebak ke mana-mana. Bahkan dia menerangkab sejak 26 Februari 2020 sudah sebanyak 81.000 orang tertular akibat virus tersebut.
Hal ini menyebabkan kondisi yang pada awalnya dianggap endemi tapi sudah menjadi pandemi dan telah menular secara masif. Inilah yang menyebabkan bursa ikut mengalami dampak yang signifikan.
"Jadi yang sebelumnya kita berpikir itu bisa di isolated di Tiongkok, namun kita lihat ini udah keluar Tiongkok bahkan jumlah korbannya sangat banyak. Jadi ini kalau orang bilang tadinya epidemi sekarang pendemi dan sudah masif. Ini tercermin di index termasuk indeks kita," lanjutnya.
Meskipun demikian, Inarno tak memungkiri dampak dari internal atau dalam negeri juga ikut menyebabkan penurunan. Salah satu diantaranya ialah kasus Jiwasraya yang sampai saat ini belum usai.
Berbicara mengenai pemulihan, Inarno pun tak bisa memastikan kapan bursa akan kembali dalam keadaan normal. Hal ini pun terlihat dari penurunan yang terjadi secara perlahan sebelum hari ini.
Belum lagi beberapa negara juga ikut terkena dampak. Dia mengambil contoh Jepang yang mengalami penuruan sebesar 2,32% dan lainnya. Tapi Inarno tak menampik bahwa beberpa negara di kawasan Asia Tenggara memiliki penurunan yang tidak signifikan.
"Saya nggak bisa pastikan kapan membaik karena beberapa hari belakangan juga turun luar biasa," pungkasnya. (Des/E-1)
IHSG hari ini, Rabu (18/2/2026), dibuka menguat 23,54 poin ke level 8.235,81 pasca-libur Imlek. Cek analisis dan sentimen pasar selengkapnya.
Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) diperkirakan masih akan tertahan di area resistance 8.300 pada perdagangan pasca libur Imlek.
MENTERI Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengeklaim kondisi pasar keuangan nasional berangsur stabil setelah sempat mengalami tekanan.
IHSG hari ini ditutup melemah 0,31% akibat profit taking jelang libur Imlek. Simak analisis pasar terkait outlook Moody's dan agenda ekonomi Presiden Prabowo.
IHSG dibuka menguat 26,27 poin ke level 8.317 pada perdagangan Kamis (12/2/2026). Simak analisis pendorong pasar dan proyeksi rentang gerak hari ini.
IHSG hari ini ditutup menguat signifikan ke level 8.290,96 didorong sektor energi. Simak analisis pasar, kurs Rupiah, dan proyeksi IHSG untuk esok hari.
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved