Headline
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
Kumpulan Berita DPR RI
Perusahaan pembiayaan PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance) berhasil menutup tahun 2019 dengan mencatatkan pendapatan sebesar Rp5,2 triliun atau naik 4,4% dari pendapatan di 2018, serta mempertahankan Non-Performing Financing (NPF) di angka 0,85%.
Performa baik ini bukan dilalui tanpa tantangan. Pada 2019, industri multifinance mengalami ujian yang bertubi-tubi, mulai dari ketidakpastian ekonomi dan industri secara global karena dampak dari turunnya harga komoditas dan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok, adanya momentum pemilihan umum legislatif dan presiden, melambatnya bisnis otomotif, hingga likuiditas perbankan yang cukup ketat.
“Meskipun secara keseluruhan pertumbuhan melambat dan terjadi kontraksi sebagai langkah antisipasi di semester I-2019, namun kami berhasil mengejar ketinggalan tersebut di semester II dengan membukukan nilai pembiayaan baru per kuartal tertinggi dalam dekade terakhir di kuartal IV-2019 serta menjaga kualitas aset yang superior,” ungkap Finance Director & Corporate Secretary BFI Finance Sudjono dalam keterangan tertulisnya, Selasa (25/2)
Kinerja yang solid dari Perusahaan ini didukung oleh prinsip kehati-hatian dengan kelolaan risiko yang terukur. Perusahaan juga berhasil menjaga kepercayaan mitra perbankan, baik mitra perbankan di dalam dan di luar negeri yang tercermin dari persentase cost of fund yang cukup stabil.
Terlepas dari kelolaan risiko dan berhasilnya BFI Finance membukukan kenaikan pendapatan, Perusahaan juga mencatat adanya kenaikan yang signifikan di biaya operasional. Kenaikan ini terjadi terutama terkait biaya penyelesaian kasus sengketa hukum dengan eks pemegang saham BFI Finance yang telah berlangsung sejak awal 2000.
Biaya tersebut telah dicatat seluruhnya di tahun 2019, sehingga diharapkan kedepannya Perusahaan dapat tumbuh lebih sehat tanpa terganggu.
Pendapatan Axa Mandiri Tembus Rp10 Triliun
Sebagai dampak dari biaya penyelesaian tersebut, laba sebelum pajak Perusahaan turun dari Rp1,8 triliun menjadi Rp1,1 triliun, sementara laba bersih konsolidasi menjadi Rp712 miliar.
“Dengan selesainya sengketa ini, kami dapat memfokuskan diri lebih baik untuk peningkatan bisnis dan operasional, dan diharapkan kinerja positif Perusahaan akan terus berlanjut,” Sudjono menambahkan.
Hingga Desember 2019, BFI Finance telah melebarkan sayap layanannya hingga ke penjuru Nusantara. Perusahaan telah membuka kantor operasional baru untuk pertama kalinya di Wonogiri, Pati, dan Pemalang. Dengan demikian, kantor operasional dan pemasaran BFI Finance sampai dengan akhir tahun lalu tersebar di 423 lokasi dengan 45 cabang diantaranya melayani pembiayaan syariah. (E-1)
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan giro sebesar 19,13%, tabungan 8,19%, dan deposito 14,28%.
PERTUMBUHAN kredit industri fintech peer-to-peer (P2P) lending atau pinjaman daring (pindar) pada 2026 berada di level dua digit.
Per Desember 2025, kredit perbankan tumbuh sebesar 9,63% secara tahunan (yoy) ditopang penyaluran kredit investasi yang tinggi.
Kebutuhan masyarakat terhadap akses kredit digital yang cepat, mudah, dan terjangkau terus meningkat, terutama di luar kota-kota besar.
Keterbatasan akses pembiayaan masih menjadi persoalan besar bagi pelaku usaha di Indonesia, khususnya UMKM dan generasi muda.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, daya beli masyarakat kelas menengah masih membutuhkan dukungan kebijakan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved