Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mencatat APBN 2020 mengalami defisit sebesar Rp36,1 triliun pada akhir Januari. Besaran defisit itu setara 0,21% terhadap produk domestik bruto (PDB).
"Realisasi ini lebih rendah daripada defisit anggaran periode yang sama pada 2019 sebesar Rp45,1 triliun," kata Menkeu dalam jumpa pers di Jakarta, kemarin.
Ia mengatakan defisit anggaran terjadi lantaran belanja negara mencapai Rp139,8 triliun, sementara pendapatan negara sebesar Rp103,7 triliun.
Pendapatan negara itu terdiri atas penerimaan perpajakan Rp84,7 triliun dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) Rp19 triliun.
"Pendapatan negara ini sudah terealisasi 4,6% dari target meski sedang terjadi perlemahan situasi global," kata Sri Mulyani.
Sementara itu, belanja negara mencakup realisasi belanja pemerintah pusat Rp71,4 triliun dan transfer ke daerah dan dana desa Rp68,4 triliun.
Realisasi belanja pemerintah pusat itu terdiri atas belanja kementerian/lembaga Rp30,9 triliun dan belanja nonkementerian/lembaga Rp40,6 triliun.
"Belanja negara, yang terealisasi 5,5% dari target, telah memberikan stimulus ke perekonomian," ujar Sri Mulyani.
Ia menambahkan, pada awal 2020 pembiayaan utang lebih rendah dari tahun sebelumnya, yaitu hanya Rp68,2 triliun.
Pembiayaan utang itu tumbuh negatif 44,6% karena penerbitan obligasi pemerintah pada periode akhir Januari 2019 yang mencapai Rp123 triliun.
"Pemerintah terus menjaga kredibilitas APBN dengan meningkatkan pendapatan negara secara optimal, melakukan perbaikan kinerja penyerapan anggaran, serta mengelola pembiayaan yang prudent dan akuntabel," ujar Sri Mulyani. (Mir/Ant/E-2)
Kemenkeu mencatat penerimaan bea cukai Rp44,9 triliun hingga Februari 2026, terkontraksi 14,7% dibanding tahun lalu. Ini penyebabnya.
EKONOM PT Bank Danamon Indonesia Tbk Hosianna Evalita Situmorang memberikan catatan terkait kinerja anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) per Februari 2026.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan rata-rata harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) masih di bawah asumsi yang ditetapkan APBN 2026.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan anggaran negara untuk memenuhi kebutuhan BBM subsidi masih mencukupi.
Ia menyebutkan, hal itu pasti akan mengakibatkan kenaikan harga barang dan jasa serta nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing.
Jika harga minyak menembus angka 120 dolar AS per barel, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 diperkirakan bisa melebar hingga 3,6%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved