Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH telah menyerahkan draf Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja ke DPR. Dari hasil pembedahan yang dilakukan oleh berbagai pihak, ada beberapa pasal yang dianggap berpotensi mengurangi hak pekerja.
Ketua Komisi IX DPR Felly Estelita Runtuwene menegaskan, hak pekerja tidak boleh hilang. Pihaknya akan memantau pembahasan RUU Cipta Kerja.
"Iya lah (hak pekerja tidak boleh hilang). Kami akan mengawal melalui fraksi," kata Felly di Jakarta, Sabtu (15/2).
Baca juga: Wapres Jelaskan Diubahnya Nama RUU Cipta Kerja
Politikus NasDem itu belum bisa memastikan apakah pembahasan RUU Cipta Kerja akan dilakukan oleh Komisi IX atau alat kelengkapan dewan (AKD) lain. Kemungkinan besar akan dibahas pada tingkat Badan Legislasi (Baleg) atau Panitia Khusus (Pansus).
Baca juga: Banyak Perda Diakui Persulit Investasi
Meskipun begitu, Felly memastikan akan mengawal proses tersebut. Komisi IX akan menyampaikan pandangan mereka melalui perwakilan fraksi di Baleg atau Pansus.
"Tinggal nanti fraksi ini memberikan penguatan kepada Baleg memberikan materi apa yang menyangkut tenaga kerja. Jangan sampai kebobolan," ujar dia.
Baca juga: Buruh Tak Setuju Adanya Jaminan Kehilangan Pekerjaan di RUU Cipta
Anggota Komisi IX DPR Obon Tabroni menambahkan, upaya mempermudah investasi tidak akan mengorbankan hak para pekerja.
"Itu kan masih banyak persoalan lain terkait investasi tanpa harus mengubah sesuatu yang sekarang ini di buruh itu sudah mereka dapatkan," kata Obon.
Dia memastikan, dalam pembahasan nanti akan mengundang pihak terkait, seperti serikat pekerja. Sehingga, regulasi sapu jagat tersebut tidak mengorbankan para pekerja.
Seperti diketahui, hak pekerja dianggap dikurangi dalam draf RUU Cipta Kerja. Di antaranya penghapusan upah minimum kabupaten/kota, besaran pesangon PHK berkurang, penghapusan cuti haid pertama, keperluan pernikahan, kematian serta pekerja dikontrak seumur hidup. (X-15)
Permasalahan tersebut akan diselesaikan melalui mekanisme Omnibus Law untuk menciptakan kesepakatan bersama mengenai kebutuhan organisasi di tiap lembaga.
Penyusunan undang-undang secara tergesa-gesa seperti yang terjadi dalam proses pembentukan UU Cipta Kerja (Ciptaker) memperlihatkan kelemahan serius dalam penerapan model omnibus.
GELOMBANG gugatan terhadap Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Perppu Cipta Kerja terus mengalir ke Mahkamah Konstitusi (MK).
Sejumlah aliansi dan serikat pekerja di Jawa Tengah berunjuk rasa di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Kamis (28/8/2025).
WAKIL Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas mengajak seluruh masyarakat, terutama warga Bali untuk sama-sama memperjuangkan UU Kebudayaan.
Omnibus Law: Kupas tuntas kebijakan ekonomi terbaru, dampak, dan peluangnya. Panduan lengkap untuk memahami perubahan signifikan ini!
Meskipun Indonesia memiliki potensi besar, terutama dari segi populasi dan sumber daya alam, negara ini perlu memperbaiki kebijakan investasi dan fokus pada penciptaan lapangan kerja.
Buku UU Cipta Kerja nanti dapat menjelaskan bagaimana latar belakang yang mendasari pembuatan UU Ciptaker
Salah satu platform pendukung pelatihan Prakerja, Karier.mujuga tetap berkolaboras dengan program Prakerja dari pemerintah.
Pembangunan Pelabuhan Internasional Anggrek memiliki prioritas dalam melibatkan seluruh elemen warga lokal Gorontalo Utara, termasuk penyerapan tenaga kerja warga lokal.
Pembangunan Indonesia tidak akan berjalan lancar jika jumlah pengusaha di Indonesia masih sedikit.
Meskipun gelaran Job Fair sudah berkahir, lowongan kerja tersebut tetap bisa diakses oleh masyarakat melalui layanan SIAPKerja.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved