Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
FOTO : Pemimpin Bank BJB Kantor Cabang Denpasar Dian Kurniawan (kiri), Direktur Utama BPR Lestari Bali Pribadi Budiono (tengah) saat prosesi penandatanganan kerja sama penyaluran kredit dengan BPR Lestari Bali, Bank BJB tegaskan komitmen terhadap UMKM. Kerja sama ini bukan hanya dari segi permodalan saja, Bank BJB juga senantiasa memberikan pendampingan agar UMKM semakin maju dan berkembang (28/1).
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
BANK BJB terus melakukan upaya guna meningkatkan taraf para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di era industri 4.0. Salah satunya adalah melakukan kerja sama penyaluran kredit UMKM bersama BPR Lestari (member of Lestari Group) di Bali.
Penandatanganan kerja sama tersebut telah dilaksanakan pada Selasa (28/1/2020) bertempat di BPR Lestari Teuku Umar, Bali, yang dihadiri oleh Direktur Utama BPR Lestari Bali, Pribadi Budiono, sementara itu dari pihak Bank BJB diwakili oleh Kepala Cabang Bank BJB Denpasar, Dian Kurniawan.
Menurut Dian, kerja sama penyaluran kredit UMKM senilai Rp100 miliar ini mendapatkan sambutan yang positif dari pihak perbankan maupun masyarakat.
“Kami rasa ini kerja sama yang positif bagi kedua belah pihak, kami memilih BPR Lestari Bali sebagai partner karena kami melihat BPR ini tumbuh konsisten dalam penyaluran kreditnya. Kami sangat senang dapat bekerjasama dengan BPR Lestari Bali dalam penyaluran kredit kepada UMKM di Bali,” kata Dian.
Hal ini memang sejalan dengan komitmen Bank BJB untuk terus mengembangkan geliat usaha kecil dan menengah di tengah semakin ketatnya kompetisi yang terjadi.
"Harapannya tentu saja dengan adanya kerjasama ini bukan hanya dari segi permodalan saja, Bank BJB juga senantiasa memberikan pendampingan agar UMKM semakin maju dan berkembang," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama BPR Lestari Bali, Pribadi Budiono menyebutkan BPR Lestari Bali berhasil catat kinerja penyaluran kredit yang positif di tahun 2019, dengan tembus di angka Rp3,56 triliun.
Melalui angka tersebut BPR Lestari Bali berhasil tumbuh Rp643 miliar atau 22% dalam setahun. Angka penyaluran kredit ini membuat BPR Lestari Bali menguasai 31% market share kredit BPR di Bali.
“Posisi pengaluran kredit kami masih tetap leading dari industri dan kerja sama dengan Bank BJB ini kami lakukan untuk semakin meningkatkan penetrasi penyaluran kredit kami kepada UMKM di Bali,” ucap Pribadi. (OL-09)
Per Desember 2025, kredit perbankan tumbuh sebesar 9,63% secara tahunan (yoy) ditopang penyaluran kredit investasi yang tinggi.
PT CRIF Lembaga Informasi Keuangan (CLIK) menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (Perbarindo).
Di tengah beragamnya penawaran investasi dengan profil risiko yang bervariasi, semakin banyak masyarakat yang mencari alternatif lebih stabil, aman, dan tetap menguntungkan.
Fleksibilitas deposito memungkinkan investor lebih leluasa dalam menyusun strategi jangka menengah dan pendek.
Pemanfaatan data kependudukan yang akurat akan menjadi faktor utama dalam mendorong efisiensi layanan perbankan serta meningkatkan inklusivitas keuangan bagi masyarakat
Ketua Umum Perbarindo Tedy Alamsyah menegaskan pengembangan SDM unggul sangat penting dalam menjaga daya saing BPR, terutama di era digitalisasi perbankan.
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) akan terus memperkuat pengawasan di sektor perbankan seiring dengan semakin kompleksnya aktivitas perbankan yang semakin beragam dan cepatnya digitalisasi.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan giro sebesar 19,13%, tabungan 8,19%, dan deposito 14,28%.
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Menurut Pramono, pencatatan saham Bank Jakarta di BEI tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan publik, tetapi juga mendorong profesionalisme perusahaan.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah menarik dana pemerintah sebesar Rp75 triliun dari total penempatan Rp276 triliun Saldo Anggaran Lebih (SAL) di sistem perbankan.
MANTAN Kepala PPATK Yunus Husein menilai pemajangan uang tunai hasil rampasan kasus korupsi dan sitaan negara oleh aparat penegak hukum tidak diperlukan dan cenderung tidak efisien.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved