Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pusat Statistik (BPS) telah merilis posisi neraca perdagangan Indonesia tahun 2019. Sesuai rilis BPS terakhir, sepanjang tahun 2019 total nilai impor ialah US$170,7 miliar, sedangkan nilai ekspor adalah US$ 167,5 miliar dan masih terjadi defisit neraca perdagangan sebesar US$3,2 miliar.
Praktisi ekonomi kerakyatan dan koperasi milenial, Frans Meroga Panggabean berharap kondisi ini tidak terjadi lagi di tahun 2020.
Frans pun menyatakan keheranan mengapa banyak pihak berpikir bahwa menggenjot ekspor adalah solusi terbaik. Seakan lupa bahwa strategi menekan impor juga tidak kalah pentingnya, bahkan relatif lebih mudah merealisasikannya.
"Saya heran kenapa menyikapi rilis BPS kemarin, banyak pihak hanya bicara genjot ekspor. Padahal di sisi lain Indonedia impor barang konsumsi produk pertanian sampai US$10 miliar," ujar Frans Meroga di Nasari Sentra KUKM, Jakarta, Jumat (24/1).
"Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) go global bagus, tapi kita tidak boleh lupa untuk melindungi pasar domestik dari serbuan barang impor," jelas Frans.
Mendukung ekonomi rakyat sebagai arus utama transformasi ekonomi, Frans juga memastikan kepada pemerintah agar dalam UU Omnibus Law seharusnya sudah diatur skema peran, fungsi, dan hubungan antar pelaku ekonomi yang mutlak berorientasi saling mendukung dan saling mengamankan.
"Peran, posisi, batasan, dan hubungan dari masing-masing Koperasi, BUMDes, BUMN, swasta besar, perbankan, pelaku UMKM dan Pemerintah semua harus diatur dengan jelas dalam skema closed loop system agar tidak saling mematikan," jelas Frans yang juga Wakil Ketua KSP Nasari.
Frans pun mendesak pemerintah segera merealisasi rencana penerapan kebijakan satu pintu atas seluruh program penguatan koperasi dan UMKM yang saat ini tersebar di 18 kementerian dan lembaga.
Hal tersebut akan sangat efektif membuktikan kerja konkret dari total anggaran Rp33 triliun per tahun yang selama ini dikeluhkan tidak maksimal.
"One gate policy akan membuat program pemberdayaan UMKM dapat direncanakan dengan seksama. Ultimate goal yang jelas, roadmap yang detil, dan time frame yang menantang akan dapat tersusun dengan gamblang," kata Ketua DPP Asosiasi Koperasi Simpan Pinjam Indonesia ini.(OL-09)
onomi secara simultan.
Neraca perdagangan Indonesia yang tetap mencatatkan surplus sepanjang 2025 mencerminkan daya tahan sektor eksternal.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total nilai impor Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai US$241,86 miliar, atau meningkat 2,83% dibandingkan tahun sebelumnya.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan barang Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 kembali mencatatkan surplus signifikan.
Fastrex hadir sebagai solusi atas sulitnya mobilisasi hasil panen di medan yang sering kali memiliki kontur tanah tidak rata.
Pemenuhan kebutuhan alutsista TNI dan Polri harus mengutamakan produksi dalam negeri, serta diperkuat oleh berbagai kebijakan turunan.
Pemerintah berjanji meninjau ulang kebijakan kuota impor daging sapi reguler pada Maret 2026, menyusul keberatan pelaku usaha swasta atas pemangkasan kuota yang dinilai terlalu drastis.
IKATAN Alumni SMAN 37 Jakarta (IKA SMAN 37) membentuk divisi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam struktur organisasinya.
Ketua Koperasi TC Invest Iqbal Alan Abdullah memaparkan UMKM saat ini masih mengalami kesulitan akses pendanaan terjangkau karena persoalan administrasi, jaminan, dan manajerial.
Kepala BGN Dadan Hindayana menyebut Rp32,1 triliun telah dicairkan untuk Program Makan Bergizi Gratis 2026, dorong PDB dan UMKM.
APUDSI adakan gala dinner pra-Rakernas 2026 untuk perkuat solidaritas anggota dan dorong ketahanan desa melalui ekonomi, pangan, dan UMKM terpadu.
Pelaku usaha kini bisa daftar QRIS, terima pembayaran semua bank dan e-wallet, serta pencairan dana tiap jam.
LITERASI pajak pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sektor bahan bangunan disebut harus terus ditingkatkan. Hal itu untuk mendukung kesiapan UMKM menghadapi dinamika ekonomi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved