Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
HASIL penelitian organisasi nirlaba asal Inggris, Oxfam yang bertajuk Time to Care terkait ketimpangan dunia yang berimbas pada kaum perempuan dinilai tidak terlalu berlaku bagi Indonesia.
Rektor Universitas Indonesia sekaligus ekonom senior, Ari Kuncoro, mengatakan ketimpangan, baik dari perspektif gender maupun ekonomi di Indonesia tidak separah apa yang disebutkan dalam laporan Oxfam.
"Justru di Indonesia itu tidak terlalu ekstrem karena kalau dilihat pekerja di Indonesia itu antara laki-laki dan perempuan itu hampir sama. Di kelas pekerja, seperti pabrik tekstil, pertanian, itu banyak pekerjanya ialah perempuan. Sementara laki-laki menjadi sopir angkot, ojek, jadi sebenarnya tidak terlalu beda," kata Ari saat dihubungi Media Indonesia, Selasa (21/1).
Ia tak menampik ketimpangan gender dan ekonomi itu nyata adanya. Namun, hal itu paling jelas terlihat di negara-negara lain yang masih menjadikan perempuan sebagai pelapis kedua pengganti laki-laki.
Kebanyakan perempuan di negara lain, kata Ari, hanya bekerja sebagai tenaga bantu dan pekerja lepas sehingga pendapatannya pun sulit menandingi kaum laki-laki yang memiliki pekerjaan dan berpenghasilan tetap.
Sebelumnya dilaporkan, menurut penelitian itu, harta 2.153 miliarder di dunia masih jauh lebih besar jika dibandingkan dengan kekayaan gabungan dari 4,6 miliar orang di dunia. Karena itu, Oxfam meminta pemerintahan dunia membuat kebijakan baru guna mereduksi fakta ketimpangan itu.
Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian, Iskandar Simorangkir, mengatakan rasio Gini Indonesia mengalami penurunan. Hal ini terlihat dari rilis Badan Pusat Statistik (BPS) beberapa waktu lalu yang mencatat tingkat ketimpangan berada di posisi 0,382 poin.
"Penurunan rasio Gini menunjukkan ketimpangan semakin berkurang," tutur Iskandar kepada Media Indonesia.
Iskandar menambahkan program pemerintah untuk pemerataan ekonomi dan menekan ketimpangan itu di antaranya, membuka kesempatan yang sama kepada masyarakat miskin untuk mendapatkan pekerjaan. Hal itu diwujudkan melalui pemberian fasilitas pendidikan dan pelatihan vokasi. Selain itu, pemerintah juga meningkatkan akses pembiayaan untuk usaha mikro dan kecil, seperti kredit usaha rakyat (KUR), bank wakaf mikro, kredit ultramikro yang digulirkan oleh Kementerian Keuangan dan Dana Lembaga Pengelola Dana Begulir KUMKM. "Peningkatan dana desa, PKH dan social benefit transfer lainnya juga upaya pemerintah mengatasi ketimpangan." (Mir/X-6)
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan peran keluarga sebagai ruang yang aman bagi perempuan, sebagai bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Program LAKSMI sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Fokus entitas adalah pada pemberdayaan, baik melalui peningkatan kemampuan komunikasi strategis maupun melalui dukungan emosional dan edukasi bagi perempuan.
Pernyataan itu juga menyampaikan bahwa KJRI Jeddah turut memfasilitasi pemulangan satu WNI dengan kondisi lumpuh akibat sakit ke Indonesia.
Lestari Moerdijat mendorong penguatan peran perempuan sebagai bagian dari langkah strategis pelestarian budaya nasional.
Perempuan pascamenopause menghadapi berbagai tantangan kesehatan, mulai dari penurunan kepadatan tulang hingga melemahnya sistem imun.
Harga emas Antam hari ini Senin (26/1) cetak rekor ATH di Rp2.917.000 per gram. Simak prediksi harga emas Selasa 27 Januari 2026 dan rincian buyback.
Penyusunan Perpres dilakukan secara lintas sektor dengan melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga terkait, terutama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Berdasarkan data penutupan pasar spot dunia pada Jumat (23/1), harga emas global (XAU/USD) ditutup menguat signifikan di kisaran USD4.987 per troy ons.
Dipopulerkan oleh Senator Elizabeth Warren, prinsip ini adalah kerangka kerja paling efektif untuk membagi pos pengeluaran.
Memahami dinamika harga emas tidak hanya sekadar melihat grafik harian.
Selain kemandirian finansial, standar sosial di Indonesia juga turut memperberat pertimbangan generasi muda untuk menikah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved