Minggu 05 Januari 2020, 20:45 WIB

Dituduh Terima Rp100 M dari Jiwasraya, Erick: Ada yang Gerah

Faustinus Nua | Ekonomi
Dituduh Terima Rp100 M dari Jiwasraya, Erick: Ada yang Gerah

ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/ama.
Menteri BUMN Erick Thohir (kiri) mengunjungi korban banjir di Gelanggang Olahraga Cengkareng, Jakarta, Minggu (5/1/2020).

 

MENTERI Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan bahwa terkait kasus Jiwasraya dirinya kini dituduh pernah menerima uang Rp100 miliar. Bahkan, ada pihak yang akan melakukan aksi demonstrasi atas tuduhan tersebut.

"Saya dengar minggu depan Istana, KPK dan BUMN akan didemo dibilang saya ngambil uang. Saya bingung orang saya baru datang kita mau bersih-bersih nah ini kan saya gak tau," katanya saat mengunjungi korban banjir di posko Teluk Naga, Tangerang, Banten, Minggu (5/1).

Menurutnya, tuduhan yang tidak berdasar tersebut merupakan bentuk serangan balik oknum-oknum yang selama ini merugikan perusahaan BUMN terhadap dirinya. Dengan adanya proses hukum terkait Jiwasraya para oknum tersebut mulai ketakutan.

"Mungkin juga ada oknum-oknum yang gerah yang selama ini menjarah Jiwasraya sekarang proses hukum sudah mulai masuk," ungkapnya.


Baca juga: Erick Thohir Tinjau Kebutuhan Korban Pascabanjir


Lebih lanjut, Erick mengatakan bahwa selama ini Pemerintah melalui Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan berusaha menyelematkan Jiwasraya dari hutang jatuh tempo mencapai sekitar Rp13 Triliun. Di samping itu, pihaknya juga berusaha untuk bertanggung jawab kepada masyarakata khususnya nasabah Jiwasraya tersebut.

Untuk itu, langkah pertama yang dilakukan adalah pembentukan holding asuransi. Dengan adanya holding, lanjutnya keuangan perseroan bisa dibantu.

"Step 1 kita membentuk holding untuk Jiwasraya, dimana holding ini akan ada cashflow Rp1,5 triliun sampai Rp2 triliun. Sehingga nasabah-nasabah yang selama ini tidak ada kepastian akan ada cashflow yang bergulir," kata dia.

Sementara terkait proses hukum, lanjutnya merupakan upaya untuk membersihkan oknum-oknum yang selama ini merugikan perusahaan. Hal itu penting untuk mengetahui permasalahan sebenarnya serta menjadi bagian dari evaluasi bagi BUMN yang lainnya. (OL-1)

 

 

Baca Juga

DOK KEMENTAN

Pertanian Menjadi Penyelamat, Ekonomi Pulih, Bangsa Kuat

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 20 Oktober 2021, 06:00 WIB
Untuk mengoptimalkan strategi yang dijalankan, Kementan berkomitmen memperkuat kemitraan, kerja sama dengan stakeholders...
Dok Minaqu Home Nature

Menteri Koperasi UKM Dukung Minaqu Jadi Lokomotif Pasar Global

👤Media Indonesia 🕔Selasa 19 Oktober 2021, 20:50 WIB
Para petani, lanjut Teten, harus dikonsolidasi, jangan biarkan mereka hanya menggarap di lahan yang sempit. Lebih baik terkonsolidasi...
 MI/Usman Iskandar.

Pahami Jenis dan Cara Investasi Reksa Dana

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 19 Oktober 2021, 20:38 WIB
Reksa dana menjadi salah satu produk perbankan yang populer karena jenis investasi yang menguntungkan dan tingkat profitabilitasnya pasti...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Rakyat Kalimantan Selatan Menggugat Gubernur

Sebanyak 53 warga terdampak bencana banjir dari sejumlah kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan menggugat Gubernur Sahbirin Noor.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya