Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
MENJELANG musim tanam, PT Pupuk Indonesia telah menyiapkan stok pupuk bersubsidi sebanyak tiga kali lipat dari jumlah kebutuhan.
Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Aas Asikin Idat mengatakan, per 16 Desember 2019, stok nasional pupuk subsidi sampai dengan lini IV atau tingkat pengecer mencapai 1,47 juta ton, yang terdiri dari 696 ribu ton Urea, 405 ribu ton NPK, 178 ribu ton SP-36, 122 ribu ton ZA dan 68 ribu ton organik.
"Untuk mengantisipasi tingginya kebutuhan, kami juga menyediakan stok pupuk nonsubsidi sebanyak 226 ribu ton yang tersebar hingga ke lini IV. Dengan begitu, jelang musim tanam, ketersediaan pupuk bagi pertanian dapat terjaga," ujar Aas di Jakarta, Kamis (19/12).
Dari sisi realisasi penyaluran sepanjang Januari hingga pertengahan Desember 2019, perseroan telah menyalurkan 8,13 juta ton pupuk bersubsidi.
Angka tersebut sudah mencapai 92% dari total alokasi yang disiapkan tahun ini yakni 8,8 juta ton.
Secara rinci pupuk yang sudah disalurkan terdiri dari 3,56 juta ton urea, 2,28 juta ton NPK, 738 ribu ton SP-36, 909 ribu ton ZA dan 693 ribu ton organik.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi IV DPR RI fraksi PDIP Sudin menyampaikan dukungan terhadap langkah-langkah Pupuk Indonesia dalam rangka menjaga ketersediaan pupuk bersubsidi bagi petani.
"Kami dukung langkah-langkah yang sudah dilakukan. Ketersediaan pupuk harus dijaga dengan baik. Bagaimana pun caranya, ketika rakyat butuh pupuk, itu harus terpenuhi. Jika dalam pengawasan terjadi penyimpangan di lapangan, harap bisa dilaporkan ke Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida," tutur Sudin. (OL-11)
Penambahan alokasi didasari pertimbangan karena Kabupaten Cianjur yang merupakan salah satu daerah lumbung pangan di Jawa Barat.
Pupuk bukan sekadar komoditas dagang, melainkan instrumen vital negara.
Petrokimia Gresik Bangun Tangki Asam Sulfat 40 Ribu Ton untuk Perkuat Produksi Pupuk NPK
Selama ini, sektor pertanian di Papua terbebani oleh ongkos pengiriman pupuk yang sangat mahal.
“Kebutuhan pupuk petani mencapai sekitar 50 ton per hari, sementara pengiriman yang masuk ke kios sangat terbatas."
PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menutup tahun 2025 dengan kinerja produksi yang melampaui target, menandakan peran strategis perusahaan dalam menjaga pasokan pupuk nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved