Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja mengatakan bahwa transaksi BCA di kantor cabang menurun. Saat ini diperkirakan jumlah transaksi konvensional hanya menyentuh angka 1,8%. Penyebabnya adalah masifnya transaksi yang terjadi secara digital. Ia menyebutkan transaksi digital mendominasi dengan mencapai angka 75%.
"Dulu itu jumlah ATM sekitar 71%. Sekarang 75% transaksi BCA lewat mobile banking dan internet banking. Dulu transaksi di cabang 17% sekarang tinggal sekitar 1,8%," ujar Jahja kepada awak media di acara Demo Day Finhacks 2019, Senayan City, Sabtu (23/11).
Meski begitu, pihaknya, tetap mempertimbangkan pembukaan cabang. Alasannya karena transaksi via cabang adalah bentuk relationship yang terjalin dengan costumer. Lalu untuk transaksi tunai berupa penyetoran dan penarikan dalam jumlah besar tetap melalui kantor cabang.
"Cabang masih dibutuhkan. Karena kebutuhan relationship. Kebutuhan uang tunai, setoran tunai, dan penarikan uang tunai dalam jumlah besar. Jadi mau gak mau tetap," tambahnya.
Sementara itu, transformasi digital dilakukan BCA melalui internet dan mobile banking dan berbagai aplikasi, fitur, alat pembayaran nontunai, antara lain Flazz BCA, Sakuku, dan fitur-fitur seperti QRku, OneKlik BCA, BCA Keyboard, dan Buka Rekening Online.(OL-4)
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan giro sebesar 19,13%, tabungan 8,19%, dan deposito 14,28%.
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Menurut Pramono, pencatatan saham Bank Jakarta di BEI tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan publik, tetapi juga mendorong profesionalisme perusahaan.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah menarik dana pemerintah sebesar Rp75 triliun dari total penempatan Rp276 triliun Saldo Anggaran Lebih (SAL) di sistem perbankan.
MANTAN Kepala PPATK Yunus Husein menilai pemajangan uang tunai hasil rampasan kasus korupsi dan sitaan negara oleh aparat penegak hukum tidak diperlukan dan cenderung tidak efisien.
PERUBAHAN status Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi persero dinilai memperkuat posisi bank tersebut, terutama dari sisi kredibilitas dan persepsi keamanan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved