Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Koordinator BUMN Watch Naldy N Haroen mengapresiasi penunjukan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai Komisaris Utama (Komut) PT. Pertamina.
"Kami mengapresiasi masuknya Ahok jadi Komut Pertamina. Kami yakin, Ahok akan membawa perubahan besar di perusahaan pelat merah tersebut," kata Naldy, dalam keterangan tertulisnya, Jum'at (22/11).
Naldy menambahkan, adanya penolakan sejumlah pihak terhadap Ahok merupakan hal yang wajar. Namun, kata dia, mantan Bupati Belitung Timur itu harus diberikan kesempatan bekerja.
"Dalam sebuah keputusan pasti ada pro dan kontra. Berikan Ahok kesempatan untuk membenahi Pertamina dulu. Jadi jangan suudzon dan pesimis dengan Ahok," ujar Naldy.
Naldy meyakini, sebagai Komisaris Utama, Ahok akan memberikan masukan dan kontrol yang terbaik, supaya Pertamina menjadi perusahaan yang bagus dan bisa mewujudkan kedaulatan energi.
Baca juga : ReJO Yakin BTP Bisa Bawa Pertamina Menuju World Class Company
"Kinerja Pertamina yang selama ini kurang bagus tentu akan dibenahi oleh Ahok," tutur Naldy.
Naldy berharap Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati dan karyawan yang tergabung dalam serikat pekerja Pertamina dapat menerima kehadiran Ahok dengan lapang dada dan dengan rasa kekeluargaan.
"Mau tidak mau seluruh jajaran Direksi, pegawai dan serikat pekerja harus menerima keputusan ini. Jadi, saya berharap sambutlah Ahok dengan penuh kehangatan sehingga saling bekerjasama untuk memajukan Pertamina," tutur Naldy Haroen.
Dirinya juga mewanti-wanti agar jajaran Pertamina jangan ada yang coba-coba menghalangi keputusan tersebut. Dia curiga, kalau ada kelompok yang menolak Ahok masuk di Pertamina mereka tidak ingin perusahaan itu bersih.
"Kalau ada yang menghalang-halangi keputusan tersebut berarti ada sesuatu di tubuh Pertamina yang selama ini disembunyikan dan tidak mau menerima orang yang ingin membersihkan Pertamina dari mafia migas dan koruptor," pungkas Naldy Haroen. (OL-7)
KEHADIRAN mantan Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dianggap dapat menjadi landasan Kejaksaan dalam penanganan perkara Korupsi Pertamina.
Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menyebut kegiatan bermain golf yang dilakukannya saat menjabat sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) sebagai hal yang lumrah.
Ahok mengatakan selama ia menjabat tak ada laporan temuan dari BPK soal sewa kapal dalam sidang anak Riza Chalid Kerry Adrianto di sidang perkara korupsi tata kelola minyak mentah
Ahok membantah adanya laporan intervensi Riza Chalid terkait sewa Terminal Bahan Bakar Minyak (BBM) selama dirinya menjabat. Itu disampaikan dalam sidang korupsi tata kelola minyak mentah
Ahok menyatakan tidak pernah mendapat laporan mengenai hal tersebut. Ahok mengaku tidak mengenal Riza Chalid.
Ahok mengungkapkan kekecewaannya terhadap kebijakan subsidi energi yang selama ini diterapkan pemerintah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved