Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
PT PNM Investment Management melakukan penerbitan reksa dana PNM Exchange Traded Fund (ETF) Core LQ45.
Kondisi pasar modal yang sedang tertekan membuat investor memiliki peluang untuk meraih keuntungan dari pembelian reksa dana yang akan mengalokasikan minimum 80% investasinya pada saham-saham yang tercatat di LQ45.
Direktur Utama PNM Investment Management Bambang Siswaji menyatakan pihaknya menargetkan untuk meraup dana kelolaan sebesar Rp200 miliar pada penerbitan reksa dana tersebut.
“Untuk awal Rp200 miliar. Semoga bisa dicapai paling lambat satu tahun. Namun, kalau bisa lebih cepat, tentu lebih baik,” kata Bambang di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, kemarin.
Saat ini ETF Core LQ45 telah mendapatkan Rp6 miliar dari keseluruhan target tersebut. Pihaknya telah menjalin komunikasi dengan lebih dari 10 instansi yang ingin ikut berinvestasi. Sebagian besar berasal dari dana pensiun lembaga keuangan (DPLK), asuransi, dan yayasan.
Bambang optimistis target pengumpulan dana sebanyak Rp200 miliar dapat tercapai. Ia menilai penerbitan ETF saat ini merupakan waktu yang tepat bagi investor untuk melakukan investasi di produk tersebut.
“Justru di saat kinerja pasar saham yang terkoreksi, inilah waktu yang tepat bagi investor untuk membeli ETF dan cocok bagi investor dengan skala investasi jangka panjang,” tandasnya.
Saat ini total dana kelolaan (asset under management/AUM) PNM IM naik signifikan mencapai 42% dari Rp8,56 tri-liun menjadi Rp12,1 triliun.
Direktur Operasional dan Keuangan PNM IM Ade S Djajanegara mengatakan peningkatan dana kelolaan tersebut didorong oleh terbitnya produk-produk reksa dana baru.
Produk tersebut meliputi produk reksa dana penyertaan terbatas dan reksa dana jenis open-end, khususnya reksa dana pasar uang serta reksa dana terproteksi.
“Dalam kurun waktu lima tahun terakhir ini kinerja dana kelolaan perseroan terus mengalami tren pertumbuhan yang positif. Bertepatan dengan usia 20 tahun perseroan tahun ini, kita akhirnya mampu menembus rekor total AUM level dua digit,” tuturnya di Jakarta, Kamis (26/9).
Direktur Investasi PNM IM Solahudin menjelaskan peningkatan dana kelolaan tersebut menunjukkan kepercayaan investor yang semakin kuat terhadap perseroan.
Hal itu terbukti dari jumlah nasabah investor yang terus bertambah, baik investor institusi maupun ritel.
“Ke depan, kami terus berkomitmen untuk memacu pertumbuhan kinerja reksa dana kami dan meningkatkan kepercayaan investor. Kami menyadari, kepercayaan investor merupakan kunci utama dalam menjalankan bisnis manajemen investasi,” tandasnya.
Ditutup melemah
Kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah seiring dengan sentimen positif yang minim dari domestik.
IHSG ditutup melemah 27,79 poin atau 0,45% ke posisi 6.169,1. Adapun kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 4,3 poin atau 0,44% menjadi 968,15.
“Pelemahan IHSG hari ini disebabkan oleh minimnya sentimen positif dari dalam negeri,” kata analis Binaartha Sekuritas, M Nafan Aji Gusta Utama, seperti dikutip Antara. (E-1)
Industri startup Indonesia yang semakin kompetitif tidak selalu memberikan ruang bertahan bagi perusahaan teknologi finansial.
IHSG Kamis pagi (5/3/2026) dibuka menguat 118,29 poin ke level 7.695,35. Simak analisis teknikal, kurs Rupiah terbaru, dan rekomendasi saham pilihan di sini.
Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, bukan karena sentimen domestik.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), pada perdagangan Rabu 4 Maret 2026, dibuka melemah.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak melemah terbatas pada perdagangan Rabu, 4 Maret 2026).
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat pada perdagangan Selasa (3/3) di tengah sikap pelaku pasar yang masih mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved