Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
PLATFORM teknologi finansial (fintech) penyedia pinjaman modal dengan sistem peer-to-peer, Tokomodal, menyasar inklusivitas pendanaan modal usaha untuk warung-warung skala kecil atau yang termasuk ke dalam kategori usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Hal itu berdasarkan pada masalah yang paling sering ditemui pemilik warung-warung UMKM, yaitu keterbatasan modal untuk belanja sehingga mengalami opportunity loss.
"Kalau pakai pinjaman konvensional di bank prosesnya memakan waktu lama. Sementara dengan sistem peer-to-peer lending, kami sebagai platform matchmaking, mempunyai warung yang dalam sehari bisa transaksi dua sampai tiga kali, frekuensinya lebih tinggi agar mereka dapat memiliki persediaan barang lebih banyak sehingga omzetnya pun akan naik," kata Co-Founder dan CEO Tokomodal, Chris Antonius, melalui keterangan tertulis yang diterima Selasa (24/9).
Warung-warung yang dapat mengajukan pinjaman modal ialah UMKM yang sudah dibina oleh Alfamikro, yang sebelumnya memanfaatkan fasilitas pinjaman dengan model cash on delivery (COD).
Sedangkan, setelah adanya aplikasi Tokomodal dari perusahaan PT Toko Modal Mitra Usaha ini, para peminjam difasilitasi dengan teknologi finansial yang membuat proses peminjaman dana menjadi lebih mudah, lebih cepat, dan biayanya lebih ringan.
"Tokomodal melakukan kerja sama dengan mitra kami, Alfamikro, karena yakin dengan sistem seleksi dan cara pembinaan mereka, sehingga UMKM yang masuk ke dalamnya merupakan UMKM yang memang layak. Ini cara kami menjamin keamanan pemodal untuk memberikan pinjaman. Itulah mengapa bagi kami sangat penting untuk memilih mitra yang punya kesesuaian visi dan misi," cetus Chris.
Terlebih, dengan status Tokomodal sebagai platform pendanaan modal yang sudah mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Chris Antonius optimistis bisnisnya akan terus bertumbuh. Terbukti, dari 40.000 UMKM binaan Alfamikro, saat ini Tokomodal sudah memberikan pendanaan kepada sekitar 10.000 warung UMKM di 100 kota yang tersebar 22 provinsi seluruh Indonesia dengan jumlah sekitar 1.200 pemodal.
Baca juga: LRT dan Tol Cimaci Kerek Koridor Transyogi
Tokomodal juga menargetkan jumlah UMKM yang ingin dibantu, yaitu sebanyak 15.000 UMKM pada akhir 2019. Target itu sejalan dengan harapan OJK mengenai banyaknya penerima pinjaman modal usaha yang bisa dijangkau oleh pelaku teknologi finansial peer-to-peer lending.
"Kami tidak pernah mengukur aktif atau tidaknya platform pendanaan ini dari jumlah pinjaman yang diberikan, kami akan selalu mempertanyakan sudah berapa jumlah orang diberikan pinjaman, karena itulah sebenarnya esensi dari inklusivitas pendanaan, yaitu menyejahterakan orang banyak guna mewujudkan keadilan sosial," ujar Direktur Pengaturan, Perizinan, dan Pengawasan OJK, Hendrikus Passagi.
Bukan hanya mengenai inklusivitas peminjaman modal usaha, Chris yang menjadi pembicara dalam Fintech Summit and Expo 2019 di Jakarta Convention Center pada hari ini, juga menyoroti tentang perlindungan data pribadi pemodal dan peminjam di Tokomodal.
Chris, yang juga merupakan Wakil Ketua untuk Sektor Produktif Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), menambahkan, pihaknya ingin mengedukasi masyarakat untuk mengajukan pinjaman melalui platform yang terdaftar di OJK sehingga terjamin keamanannya.
Hal itu bisa diketahui dengan perlindungan data pribadi pada platform tersebut, di mana platform legal hanya bisa mengakses kamera, mikrofon, dan lokasi, tanpa permintaan akses terhadap kontak ataupun galeri di smartphone pengguna.
"Menurut saya, perlindungan data pribadi adalah sebuah proses yang tiada akhirnya. Komitmen kami untuk terus berinovasi," pungkas Chris. (RO/OL-1)
Bank Indonesia melakukan reformasi pengaturan industri sistem pembayaran, salah satunya Transaksi, Interkoneksi, Kompetensi, Manajemen Risiko, dan Infrastruktur Teknologi Informasi.
Shopee 10 tahun dorong UMKM, brand lokal, dan kreator tumbuh digital
Menko Airlangga menegaskan bahwa sektor digital kini berkedudukan sebagai mesin ketiga (third engine) pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Meski pembayaran nontunai kian dominan, pelaku industri menilai ketersediaan uang tunai tetap menjadi elemen penting.
Di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang kerap diukur lewat valuasi dan pendanaan, MDI Ventures menghadirkan perspektif berbeda.
Pemerintah tengah bersiap melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026), gelombang pendataan nasional yang menjadi fondasi penting dalam membaca denyut ekonomi Indonesia
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved