Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Tiga Sektor Finansial Ini Diprediksi bakal Tumbuh di 2019

Antara
28/8/2019 20:10
Tiga Sektor Finansial Ini Diprediksi bakal Tumbuh di 2019
Ahli bidang manajemen dan finansial, Suryo Danisworo, dalam acara penghargaan bank, asuransi, dan perusahaan pembiayaan terbaik di Jakarta.(Ist)

AHLI di bidang manajemen dan finansial, Suryo Danisworo, memperkirakan sektor perbankan, asuransi, dan perusahaan pembiayaan bakal tumbuh di 2019.

"Momentumnya saya kira sangat tepat setelah sektor-sektor itu dapat melalui bisnisnya dengan cukup baik selama penyelenggaraan Pemilu (Pemilihan Umum) dan Pilpres (Pemilu Presiden)," kata Suryo di Jakarta, Rabu (28/8), dalam acara penghargaan bank, asuransi, dan perusahaan pembiayaan terbaik versi Majalah TopBusiness.

Suryo, yang juga menjadi dewan juri dalam penghargaan tersebut, mengatakan, apresiasi patut diberikan kepada sektor perbankan, asuransi, dan perusahaan pembiayaan mengingat pada masa tersebut banyak pelaku usaha yang mengambil sikap menunggu (wait and see).

"Saya optimitis pergerakan intensif pelaku bisnis sudah tentu akan menaikkan pertumbuhan ekonomi dan sektor keuangan," kata konsultan manajemen dan mantan bankir tersebut.

Suryo mengatakan, penghargaan top bank, insurance, dan multifinance 2019, menjadi satu cara untuk turut memperkuat kinerja industri keuangan.

Menurut dia, stabilitas ekonomi dan sistem keuangan nasional ini, akan dapat tercapai jika industri keuangan, memiliki kinerja yang sehat dan layanan yang baik, serta mampu mengantisipasi tantangan bisnis pasca-Pilpres 2019, yang bersumber dari internal atau juga global.


Baca juga: Asuransi Jasindo Ajarkan Literasi Keuangan Sejak Dini


Sementara, dalam sambutannya saat menjadi pembicara kunci di acara puncak penghargaan tersebut, Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, menjelaskan ke depannya pelaku di sektor keuangan akan menghadapi tantangan terkait perlambatan ekonomi global.

Destry pun mengatakan sebenarnya Indonesia bisa mendapatkan peluang dari kondisi tersebut.

"Apalagi belum lama ini, tingkat suku bunga acuan BI Rate, kembali diturunkan. BI pun selalu meneruskan implementasi bauran kebijakan makro prudensial, dan lain-lain. Hal ini bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sehingga, sektor keuangan bisa lebih baik lagi," kata Destry menambahkan.

Lebih lanjut, Destry mengatakan bahwa penurunan BI Rate tersebut juga karena potensi dan momentum untuk pertumbuhan ekonomi domestik, masih bagus.

"Industri keuangan Indonesia harus menjaga momentum ini. Oleh sebab, tidak banyak negara di dunia saat ini, yang bisa mencapai pertumbuhan ekonomi 5%-an seperti Indonesia," katanya.

Untuk 2020, dengan adanya sejumlah kebijakan fiskal, ruang pertumbuhan ekonomi domestik bisa lebih tinggi daripada di tahun ini.

"Hal ini bagus untuk sektor bisnis, termasuk sektor keuangan. Walau, tentunya harus tetap hati-hati terhadap dampak ekonomi global," kata Destry lagi. (OL-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya