Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Utara, Oza Olavia, membuka acara Customs Enforcement and Compliance Working Group (CECWG) ke-26 di Hotel Adimulya, Medan, pada Selasa (27/09).
CECWG merupakan forum kerja sama administrasi pabean di ASEAN yang bertugas merumuskan rencana strategis terkait penindakan dan kepatuhan di bidang kepabeanan.
CECWG juga bertanggung jawab untuk memantau implementasi Strategic Plan of Customs Development (SPCD) di antaranya SPCD 8 tentang Customs Post Clearance Audit (PCA), SPCD 9 tentang Customs Enforceement and Mutual Assistance, dan SPCD 10 tentang Public Security and Protection of the Society. Saat ini Indonesia juga merupakan Country Coordinator untuk SPCD 8 yang tanggungjawabnya dipegang oleh Direktorat Audit Kepabeanan dan Cukai.
Pertemuan ini dihadiri delegasi Bea Cukai dari seluruh negara anggota ASEAN. Delegasi dari Indonesia diwakili Kepala Subdirektorat Regional Imik Eko Putro, Fungsional Audit Heru Hardjanto Adi Pradopo, dan Kepala Seksi Penindakan Narkotika Junanto Kurniawan.
Agenda pada pertemuan tersebut antara lain adalah pembahasan kasus-kasus yang berkaitan dengan PCA di antara negara-negara ASEAN, asistensi teknis PCA kepada negara anggota ASEAN, inisiatif pembangunan fasilitas pengembangbiakan anjing pelacak serta concept note study joint customs control.
Dalam sambutannya, Oza Olavia sangat menyambut baik kedatangan para delegasi. Ia juga menyampaikan beberapa penindakan yang telah dilakukan oleh Kanwil Bea Cukai Sumatera Utara.
“Di tahun 2019 kami telah melakukan penindakan terhadap berbagai upaya penyelundupan di antaranya penyelundupan rokok ilegal dari Vietnam dan penyelundupan narkotika dari Malaysia,” ujar Oza.
Oza juga meyakini bahwa pertemuan tersebut sangat bermanfaat bagi negara anggota ASEAN dalam hal meningkatkan efisiensi dan efektifitas dalam melakukan penindakan dan kepatuhan di bidang kepabeanan. (OL-09)
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mendalami dugaan korupsi terkait pengurusan cukai di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.
KPK bongkar taktik pegawai Bea Cukai inisial SA yang kelola uang gratifikasi di safe house Ciputat. Uang Rp5,19 miliar disita terkait kasus impor barang KW.
Instruksi 'bersih-bersih' tersebut merupakan kode untuk memindahkan tumpukan uang tunai dari lokasi awal.
KPK resmi menahan Kepala Seksi Intelijen Cukai Direktorat Penindakan dan Penyidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Budiman Bayu Prasojo (BBP).
Para oknum tersebut sengaja menyiapkan lebih dari satu lokasi penyimpanan guna menghindari pemantauan aparat penegak hukum.
KPK temukan uang Rp5 miliar dalam 5 koper terkait kasus suap importasi Bea Cukai. Simak peran 6 tersangka termasuk pejabat Ditjen Bea Cukai di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved