Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
Bea Cukai Juanda gelar Juanda Award, yang merupakan acara pemberian penghargaan kepada para pengguna jasa di wilayah kerja Bea Cukai Juanda, pada Rabu (21/08) lalu, di Aula Bea Cukai Juanda.
Kategori pengguna jasa yang mendapatkan Juanda Award meliputi importir, eksportir, perusahaan pengurusan jasa kepabeanan (PPJK), perusahaan jasa titipan (PJT), dan maskapai penerbangan.
“Untuk penghargaan importir dengan jumlah devisa terbesar jatuh kepada PT Gudang Garam, penghargaan eksportir dengan kontribusi devisa dan aktivitas terbesar diraih oleh PT Meiji Indonesian Pharmaceutical Industries. Selanjutnya, kategori maskapai penerbangan dengan volume berat (tonage) terbesar adalah Singapore Airlines, PJT terbaik diraih oleh DHL Express, dan peraih Juanda Award pada kategori PPJK dengan dokumen impor terbanyak dan pelanggaran terkecil diraih oleh PT Birotika Semesta,” ungkap Kepala Kantor Bea Cukai Juanda, Budi Harjanto, dalam acara yang diramaikan dengan pertunjukan tari-tarian adat daerah Indonesia.
Budi pun menyampaikan apresiasinya untuk seluruh pengguna jasa dan instansi terkait yang telah bersinergi dengan Bea Cukai Juanda dalam memenuhi pelaksanaan tugas dan fungsi.
“Kami berterima kasih atas kontribusi para pengguna jasa yang telah mematuhi peraturan dan Bea Cukai Juanda berhasil mencapai target penerimaan. Pun kepada para mitra kerja kepabeanan dan cukai di Bea Cukai Juanda yang meliputi Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah III, PT Angkasa Pura I Cabang Bandar Udara Juanda Surabaya, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Tempat Pemeriksaan Imigrasi Surabaya, Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Surabaya, dan Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya,” ujarnya.
Ia berharap, selanjutnya sinergi yang baik dapat terus terjalin guna mendukung kinerja yang optimal di Kawasan Bandar Udara Juanda. Acara ini juga sekaligus sebagai ajang pembangunan Zona Integritas Kawasan Bandara Juanda.
“Semoga penghargaan ini dapat menjadi ajang perbaikan menuju ke arah yang lebih baik, karena tren perekonomian para pelaku usaha berkembang dengan pesat. Sekaligus mengimbau agar kita berhati-hati menerima dan menyebarkan informasi yang didapat,” pungkasnya. (RO/OL-10)
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mendalami dugaan korupsi terkait pengurusan cukai di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.
KPK bongkar taktik pegawai Bea Cukai inisial SA yang kelola uang gratifikasi di safe house Ciputat. Uang Rp5,19 miliar disita terkait kasus impor barang KW.
Instruksi 'bersih-bersih' tersebut merupakan kode untuk memindahkan tumpukan uang tunai dari lokasi awal.
KPK resmi menahan Kepala Seksi Intelijen Cukai Direktorat Penindakan dan Penyidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Budiman Bayu Prasojo (BBP).
Para oknum tersebut sengaja menyiapkan lebih dari satu lokasi penyimpanan guna menghindari pemantauan aparat penegak hukum.
KPK temukan uang Rp5 miliar dalam 5 koper terkait kasus suap importasi Bea Cukai. Simak peran 6 tersangka termasuk pejabat Ditjen Bea Cukai di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved