Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menyebut kebijakan Bank Indonesia yang kembali menurunkan suku bunga acuan sebesar 0,25% akan segera direspon seluruh lembaga keuangan.
Dari pengalaman selama ini, Wimboh mengatakan pelemahan suku bunga acuan akan diikuti penurunan bunga penjaminan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Dengan begitu, perbankan bisa menawarkan bunga kredit yang lebih rendah kepada masyarakat terutama pelaku usaha.
"Ini akan memberikan sinyal positif kepada para pengusaha untuk segera melakukan investasi dengan menggunakan dana-dana perbankan maupun pasar modal," ujar Wimboh di Jakarta, Jumat (23/8).
Baca juga: BI Pangkas Suku Bunga Acuan, Ini Alasannya
Ia memprediksi efek domino dari penurunan suku bunga acuan akan dirasakan dalam waktu dekat. Pasalnya, ketika bank sentral memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan pada Juli langsung direspons cepat oleh penurunan bunga penjaminan LPS.
Diharapkan, langkah itu bisa mendorong kinerja kredit perbankan hingga menyentuh 12% pada akhir tahun ini.(OL-5)
OJK sesuai dengan Surat Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-3/D.06/2026 tanggal 20 Januari 2026 mencabut izin usaha PT Varia Intra Finance (PT VIF).
OJK menyelesaikan penyidikan perkara tindak pidana sektor jasa keuangan yang dilakukan dua pengurus PT Investree Radhika Jaya (PT IRJ).
Dana yang dikembalikan berasal dari hasil pemblokiran dan penelusuran aliran dana kejahatan digital yang sebelumnya dilaporkan masyarakat.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat fungsi pelindungan konsumen di sektor jasa keuangan dengan menerbitkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 38 Tahun 2025.
OJK menemukan delapan pelanggaran serius dalam pemeriksaan terhadap penyelenggara pindar Dana Syariah Indonesia (DSI).
Untuk mendukung ekosistem ini, ICEx menerima pendanaan kolektif sebesar Rp1 Triliun (US$70 juta) dari berbagai pemegang saham strategis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved