Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH meminta Tiongkok untuk memberikan akses pasar yang lebih besar bagi produk-produk Indonesia. Permintaan itu diutarakan demi menekan defisit neraca dagang dengan Negeri Tirai Bambu.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) periode Januari-Mei 2019, Indonesia menderita defisit sebesar US$8,4 miliar dari Tiongkok.
"Saya sudah bicara dengan Menteri Perdagangan Tiongkok agar kita dapat akses pasar prioritas. Kita bisa isi dengan buah-buah tropis yang memang tidak mereka miliki," ujar Enggartiasto di Tangerang, Rabu (14/8).
Baca juga: Bank Mandiri Bantah Isu Bangkrut dan Diambil Alih Tiongkok
Enggartiasto menyadari permintaan tersebut bukanlah hal yang mudah untuk dikabulkan Tiongkok. Namun, mengingat hubungan kedua negara yang terjalin sangat baik, ia optimistis Tiongkok akan mau membuka diri.
"Yang defisit pasti mau menaikkan, yang surplus pasti mau mempertahankan. Jadi saya bilang kita seimbangkan sama-sama. Kita harus fair," tuturnya.
Guna memenuhi target tersebut, Enggartiasto memastikan bahwa kualitas komoditas Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara pesaing, terutama Malaysia dan Vietnam. (OL-8)
Neraca perdagangan Indonesia yang tetap mencatatkan surplus sepanjang 2025 mencerminkan daya tahan sektor eksternal.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total nilai impor Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai US$241,86 miliar, atau meningkat 2,83% dibandingkan tahun sebelumnya.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan barang Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 kembali mencatatkan surplus signifikan.
Fastrex hadir sebagai solusi atas sulitnya mobilisasi hasil panen di medan yang sering kali memiliki kontur tanah tidak rata.
Pemenuhan kebutuhan alutsista TNI dan Polri harus mengutamakan produksi dalam negeri, serta diperkuat oleh berbagai kebijakan turunan.
Pemerintah berjanji meninjau ulang kebijakan kuota impor daging sapi reguler pada Maret 2026, menyusul keberatan pelaku usaha swasta atas pemangkasan kuota yang dinilai terlalu drastis.
Pada kuartal IV 2025, industri tekstil dan produk tekstil tercatat tumbuh 4,37 persen secara tahunan di tengah tekanan global dan perlambatan permintaan di sejumlah negara tujuan ekspor.
Neraca perdagangan Indonesia yang tetap mencatatkan surplus sepanjang 2025 mencerminkan daya tahan sektor eksternal.
Indonesia kembali mencatatkan kinerja positif dengan mempertahankan surplus neraca perdagangan selama 68 bulan berturut-turut, di tengah kondisi ekonomi global yang tak pasti.
BPS melaporkan kinerja ekspor Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 tercatat mencapai US$282,91 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 6,15%.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan barang Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 kembali mencatatkan surplus signifikan.
Partisipasi Sarinah di Indonesia Pavilion yang berlangsung pada 19–23 Januari 2026 di Davos, Swiss, menandai dimulainya fase penguatan ekspor perusahaan mulai tahun ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved