Headline
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
WAKIL Presiden Jusuf Kalla mengakui penarikan pajak kepada perusahaan teknologi seperti Google masih menjadi permasalahan semua negara. Sulitnya memajaki Google cs karena mereka beroperasi secara lintas negara.
"Kita dikuasai empat perusahaan (teknologi) di dunia ini, Google, Facebook, Microsoft, Amazon. Tiap hari di antara kita ini pasti terlibat dengan salah satunya, karena itulah mereka kaya raya," ujar JK dalam acara 'Smart Business Talk with Jusuf Kalla' di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Kamis (11/7).
Wapres menyebut saat ini seluruh menteri keuangan negara-negara anggota G20 sedang berusaha menemukan formulasi terbaik untuk melakukan penarikan pajak kepada perusahaan raksasa teknologi tersebut.
Apalagi perusahaan-perusahaan berbasis dunia maya itu mendapat keuntungan besar karena memanfaatkan akses perorangan untuk beriklan. Namun, mereka masih tetap enggan membayar pajak di tiap-tiap negara.
Baca juga: Kemenkeu Optimistis SBR007 Laku di Pasaran
"Di tiap negara mereka tidak bayar pajak karena lintas negara, dan dunia akan mengatur itu. Karena mereka (perusahaan teknologi internet) hanya mau melaksanakan itu (bayar pajak) apabila ada kesepakatan di dunia, tidak bisa kesepakatan kita sendiri," tukas JK.
Sampai saat ini, masih belum ditemukan formulasi yang tepat agar perusahaan teknologi internet itu mau membayar pajak di tiap negara. Sulitnya menemukan formulasi penarikan pajak yang tepat lantaran mereka beroperasi secara maya dan lintas negara.
"Sampai sekarang juga (perusahaan) teknologi untuk suruh bayar pajak masih belum ketemu. Menteri Keuangan Sri Mulyani masih mencari secara bersama-sama dengan anggota G20 agar mereka bayar pajak," pungkas JK. (Medcom/OL-1)
Kemampuan yang dimiliki itu dapat diasah sehingga mampu berpartisipasi dalam upaya peningkatan ekonomi di daerah, bahkan nasional.
Perekonomian NTB menjadi bergairah dengan adanya Fornas kali ini.
SEJUMLAH pasal yang mengatur berbagai aspek terkait tembakau pada PP Nomor 28 Tahun 2024 menuai kritik. Aturan ini dinilai berdampak negatif terhadap industri dan petani dalam negeri,
KOTA Batu tak hanya lekat dengan suguhan pemandangan alam, kabut, dan kesejukan udara, tetapi juga hamparan perbukitan dan perkebunan milik warga hadir memanjakan mata.
PEMERINTAH dinilai perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan Over Dimension Overloading (ODOL) serta mencari solusi yang komprehensif dan berkelanjutan,
EFEKTIVITAS Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebagai instrumen peningkatan daya beli masyarakat kembali dipertanyakan. Sebab program tersebut tidak memberikan kontribusi signifikan.
GOOGLE melakukan sedikit pembaharuan pada tampilan aplikasi layanan penyimpanan berbasis cloud mereka yakni Google Drive, dengan menghadirkan fitur 'Buka dengan Vids'.
Para ilmuwan menggunakan prosesor kuantum Google untuk mensimulasikan teori gauge, memperlihatkan perilaku partikel dan tali penghubungnya.
Peta Pesta cuma inisiatif sederhana saat pandemi. Tujuannya sederhana, yaitu membantu para pemilik venue lokal di Jakarta tetap terhubung sama komunitasnya.
Data menunjukkan, 82% konsumen lokal mencari bisnis lewat Google, dan profil yang rapi bisa meningkatkan kepercayaan hingga 29%.
Fitur ini hadir lewat layanan Google Lens yang bisa mengenali objek pada foto atau gambar, lalu menampilkan informasi yang relevan.
GOOGLE merilis fitur Flight Deals, alat yang bisa membantu pengguna melakukan pencarian tiket pesawat berbasis AI. Fitur ini akan diluncurkan minggu depan,
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved