Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menduga langkah pemerintah yang meminta agar maskapai menurunkan harga tiket pesawat kategori low cost carrier (LCC) pada momen tertentu hanya kamuflase.
Langkah instruksi penurunan harga tiket pesawat dari pemerintah bukanlah langkah yang serius dilakukan sebab penurunan harga tiket hanya berlaku pada tanggal non-peak season.
"Tanpa diminta pun, pihak maskapai akan menurunkan tarif tiketnya pada jam dan hari non-peak season tersebut. Jadi turunnya tiket pesawat hanya kamuflase saja," kata Tulus dalam keterangan tertulis, Rabu (3/7).
Jika tarif tiket pesawat mau turun signifikan, pemerintah harus menghapus pajak pertambahan nilai atau PPN tiket dan PPN avtur yang masing-masing sebesar 10%.
Baca juga: Tiket Murah Pesawat Terbatas,JK: Kalau Berlaku Umum Bisa Bangkrut
"Di banyak negara tidak ada PPN tiket dan avtur. Jadi pemerintah harus bersikap fair. Jangan hanya maskapai saja yang diinjak agar tarifnya turun tetapi pemerintah tidak mau 'bagi-bagi beban' alias mau menang sendiri," tegasnya.
Kebijakan pemerintah untuk menurunkan tiket pesawat di luar ketentuan regulasi soal tiket batas atas (TBA) dan tiket batas bawah (TBB).
Hal ini bisa menjadi kebijakan kontraproduktif yakni sisi keberlanjutan finansial maskapai udara yang menjadi taruhannya.
"Pada akhirnya konsumen justru akan dirugikan," ujarnya. (OL-2)
Tiket mahal terjadi karena bertepatan memasuki libur Natal dan Tahun baru (Nataru) 2026 maka khusus penerbangan ke Medan mengalami peningkatan harga.
Budi menjelaskan karena pada saat itu memasuki libur Natal dan Tahun baru (Nataru) 2026 maka khusus penerbangan ke Medan mengalami peningkatan.
Pada semester I 2024, Garuda mencatat kerugian sebesar Rp1,54 triliun. Perseroan pelat merah itu mencatatkan pembengkakan beban usaha yang besar.
PENGAMAT penerbangan Alvin Lie berpandangan rencana pemerintah menurunkan harga tiket pesawat saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) akan memberatkan perusahaan maskapai.
Kemenhub masih menunggu hasil rekomendasi kebijakan tarif tiket pesawat udara terjangkau, yang masih dibahas oleh tim satgas Penurunan Harga Tiket Pesawat.
Direktur eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro mengungkapkan harga avtur bukanlah penyebab utama mahalnya harga tiket pesawat domestik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved