Selasa 11 Juni 2019, 19:15 WIB

Masuknya Maskapai Asing Bisa Perkeruh Suasana

Andhika Prasetyo | Ekonomi
Masuknya Maskapai Asing Bisa Perkeruh Suasana

ist
EKONOM Senior Indef Nawir Messi

 

EKONOM Senior Indef Nawir Messi menilai kebijakan mengundang maskapai asing tidak akan serta merta membuat harga tiket pesawat menjadi turun. Sebanyak apapun maskapai baru dimunculkan, baik asing maupun lokal tidak akan mampu mempengaruhi harga jika pemerintah tidak membenahi iklim persaingan usaha yang dinilai sudah tidak sehat.

"Ada situasi yang tidak beres dalam kompetisi sektor penerbangan dan itu bukan karena kita kekurangan maskapai. Maskapai kita itu sudah banyak tapi mereka tergolong ke dalam dua grup besar. Itu memunculkan potensi permainan," ujar Nawir kepada Media Indonesia, Selasa (11/6).

Dia menyebut dua grup penerbangan yakni Garuda dan Lion memiliki kekuatan yang cukup besar untuk dapat mempengaruhi komponen-komponen lain terkait bisnis angkutan udara, seperti perusahaan travel.

Salah satu hal yang dapat dijadikan contoh adalah raibnya maskapai AirAsia dalam opsi penerbangan di beberapa situs perusahaan travel terkemuka termasuk Traveloka.

"Ada dugaan AirAsia itu diboikot dua grup besar karena tidak mengikuti harga pasar. Saya tidak bilang itu benar, tapi dugaan itu ada," ucapnya.

Baca juga: Dunia Penerbangan Nasional Terus Diguyur Persoalan

Hal serupa sangat mungkin terjadi pada maskapai asing lain yang masuk ke Indonesia. Mereka akan dipermainkan, dipaksa mengikuti harga pasar atau disingkirkan.

Maka dari itu, pemerintah semestinya melakukan pembenahan dan investigasi mendalam terhadap dua grup maskapai besar tersebut.

Pemerintah, lanjutnya, tidak bisa terus menutup mata hingga akhirnya merugikan masyarakat karena telah dieksploitasi oleh perusahaan-perusahaan penerbangan yang tidak sehat.

"Selama ini mereka selalu menyalahkan harga avtur dan pelemahan rupiah. Padahal harga avtur kita sudah rendah. Depresiasi rupiah juga tidak sampai 12% tapi harga tiket naik sampai 100%. Tahun lalu, pada low season, tiket Low Cost Carrier ke Yogyakarta hanya Rp400-500 ribu, sekarang hampir Rp900 ribu. Dua kali lipat naiknya," tegas Nawir.(OL-5)

Baca Juga

Dok. Petrolimia  Gresik

Program Makmur Tingkatkan Produksi dan Pendapatan Petani Tebu

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 03 Juli 2022, 22:41 WIB
Hasil panen tebu para petani naik 37% yakni dari sebelumnya 116,5 ton per hektare menjadi 159,7 ton per...
Antara/Maulana Surya

Investasi Berkelanjutan Jadi Topik Pertemuan TIIWG G20 Kedua di Surakarta

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 03 Juli 2022, 21:05 WIB
Pertemuan TIIWG ini diharapkan dapat mempercepat terwujudnya transformasi...
Dok.Ist

Program Jawara Telah Bukukan Penjualan Rp2,5 M

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 03 Juli 2022, 20:41 WIB
Setiap Jawara yang saat ini sudah aktif memulai usahanya bisa mengantongi keuntungan perbulan hingga 2 juta...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya