Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Skema Baru Infrastruktur Akan Memasifkan Pembangunan Indonesia

Ghani Nurcahyadi
01/6/2019 17:00
Skema Baru Infrastruktur Akan Memasifkan Pembangunan Indonesia
Pembangunan tol Pekanbaru-Dumai(Antara/FB Anggoro)

PEMBANGUNAN infrastruktur yang dilakukan oleh pemerintah Joko Widodo diapresiasi berbagai kalangan. Pembangunan tersebut dinilai akan mengoneksikan antar daerah di Indonesia. 

Hal ini disampaikan oleh pengamat infrastruktur Shadik Wahono. Menurutnya, apa yang dilakukan Presiden Joko Widodo akan membuat Indonesia sebagai negara yang terus tumbuh dalam hal infrastruktur.

Shadik mengakui, pembangunan yang sudah baik ini akan menjadi masif bila memperhatikan beberapa hal ke depannya. Pertama terkait kepercayaan investor, 

“Kepastian hukum, kontrak kerjasama, serta jaminan stabilitas keamanan yang diberikan pemerintah kepada para investor menjadi kunci kesuksesan pembangunan infrastruktur,” jelasnya. Pasalnya, di sinilah para investor akan merasa sangat terjamin ketika melakukan investasi di Indonesia.

Baca juga : Infrastruktur Bantu Dorong Peningkatan Daya Saing Indonesia

Kedua terkait efisiensi operasional, dalam hal ini pemerintah bisa melibatkan SDM lokal untuk menekan operational expenditure(opex). “Serapan tenaga lokal juga berfungsi untuk jangka panjang. Kelak mereka juga yang ikut serta menjaga infrastruktur tersebut,” lanjutnya.

Ketiga mengenai teknik konstruksi, Shadik mengaku pembangunan ke depannya bisa mengadopsi teknik konstruksi sosrobahu untuk pembangunan tol elevated atau tol bertingkat. Teknik konstruksi ini bisa mengefisienkan penggunaan jalan. “Sehingga jalan yang dilalui akan tetap lebar dan lancar,” ujarnya.

Terakhir terkait pembiayaan, di beberapa negara pembiayaan melalui agensi donor kerap membuat pembangunan menjadi lambat. Karena, banyak hal yang harus diperhitungkan. 

“Hingga saat ini, pembiayaan yang melibatkan bank konvensional masih sangat lebih baik,” katanya. Tentunya, untuk melibatkan perbankan, pemerintah bisa membuat mekanisme menarik untuk perbankan konvensional tersebut.

Senada dengan Shadik, pengamat infrastruktur Nuzul Achzar menekankan pembangunan pada return of investment atau ROI. “Sehingga tidak akan rugi,” katanya. 

Untuk itu, ke depannya pemerintah harus memperhatikan skema investasi untuk infrastruktur tersebut. Saat ini yang terjadi pemerintah melakukan pembangunan terlebih dahulu, setelah itu baru mencari investor dan membuat regulasi.

Sebelumnya,pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan membangun 732 kilometer (km) jalan nasional pada 2019. Pembangunan tersebut meliputi jalan tol yang mencapai 218 km. 

Dengan begitu, total panjang jalan nasional yang dibangun dari periode 2015-2019 mencapai 4.119 km. (RO/OL-8)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ghani Nurcahyadi
Berita Lainnya