Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KEAHLIAN Indonesia dalam menjalankan industri kelapa sawit sudah diakui dunia. Banyak negara-negara tropis yang ingin belajar mengelola tanaman tersebut sehingga menghasilkan manfaat besar bagi perekonomian mereka.
Indonesia pun terbuka untuk berbagi rahasia terkait pengembangan industri kelapa sawit. Selain berbagi ilmu, langkah itu juga bisa menjadi edukasi kepada masyarakat internasional sawit sudah dikelola secara baik dan berkelanjutan.
Hal itu yang baru saja dilakukan Asian Agri. Salah satu perusahaan produsen minyak sawit terbesar dunia itu baru saja memberikan pengalaman kepada pemerintah dan para pelaku usaha Pantai Gading.
Director Corporate Affairs Asian Agri Fadhil Hasan mengungkapkan banyak pihak di negara tersebut yang sangat tertarik dengan skema kemitraan antara perusahaan dan petani plasma.
"Bagaimana simbiosis mutualisme terjadi antara perusahaan dan petani. Mereka ingin mengarah ke sana," ujar Fadhil di Jakarta, Selasa (29/5) malam.
Baca juga: Pungutan Ekspor Sawit Harus Diterapkan Kembali
Sedianya, kelapa sawit bukan suatu hal baru bagi warga Afrika. Benua Hitam adalah tempat asal muasal sawit sehingga masyarakat setempat sudah mengerti tentang budi daya tanaman itu.
Hanya saja hal tersebut masih dilakukan secara tradisional. Tidak ada skema khusus. Perusahaan dan petani jalan sendiri-sendiri. Tidak ada program pembiayaan dari pemerintah ataupun dana patungan untuk pengembangan industri sawit ke depan seperti yang dimiliki Indonesia dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS)nya.
"Itu yang ingin mereka pelajari. Bagaimana kita sudah membuat sistem yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Sampai kita bisa mengembangkan B20, B30," jelasnya.
Di Afrika, dalam beberapa tahun terakhir, lanjut Fadhil, investasi juga sudah cukup banyak masuk untuk industri sawit.
Hanya saja, beberapa negara Afrika masih belum stabil dalam hal politik dan ekonomi. Itu membuat investasi tidak berjalan terlalu mulus. Ditambah, masyarakat di negara tersebut dinilai tidak segesit penduduk Indonesia.
"Ada banyak hal yang perlu dibenahi agar Afrika bisa mengembangkan potensi sawit mereka. Indonesia siap untuk berbagi ilmu dan pengalaman kepada mereka," tandasnya.(OL-5)
Dengan mengurangi harga barang yang dilaporkan, maka bea masuk yang dibayarkan juga akan berkurang dan hal tersebut sangat merugikan ekonomi dari sisi pendapatan negara.
Purbaya mengingatkan, ke depan pihaknya tidak akan memberikan kesempatan perusahaan-perusahaan kelapa sawit untuk bisa kembali melakukan praktik under invoicing.
KSPSI menekankan pentingnya standar hubungan industrial yang setara dan berkeadilan di sektor perkebunan kelapa sawit.
Siklon tropis Senyar yang membawa curah hujan ekstrem memang menjadi pemicu utama banjir. Namun, menurutnya, faktor manusia dan aktivitas industri juga perlu dikaji lebih serius.
PT Astra Agro Lestari Tbk menegaskan konsistensinya dalam menjalankan kebijakan keberlanjutan, termasuk Nol Deforestasi, yang telah menjadi bagian dari operasional perusahaan sejak 2015.
Bencana banjir bandang yang terjadi di tiga provinsi di Pulau Sumatera, bukan hanya karena faktor alam, tapi akibat penebangan hutan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved